Anambas Daerah Head Line

Dugaan Penyimpangan Dana Publikasi di Bagian Humas Kabupaten Anambas

Parlin Simanungkalit, Ketua DPD LSM Forkorindo Kepri.

Anambas, gebraknusantara.co.id

Parlin Simanungkalit, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Komunikasi Rakyat Indonesia (Forkorindo), akan melaporkan kepada Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau. Terkait pengelolaan dana Publikasi tahun 2017 di Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA), Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Hal tersebut dilakukan, karena ketua LSM bernama Parlin ini telah mencium  aroma tak sedap dalam pengelolaan Dana Publikasi pada tahun 2017 lalu, sebesar 3 miliar rupiah. Tak tanggung-tanggung. Parlin juga akan mendesak pihak Kejaksaan Tinggi Kepri, guna melakukan penyelidikan atas dugaan penyimpangan dana tersebut. Menurutnya lagi, anggaran sebesar itu, telah diposkan di Bagian Humas dan Protokol (Humpro) Setda Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA).

Dalam penggunaan dana Publikasi itu, para petinggi yang bertugas di pusaran Humas Setda Kabupaten Anambas , diduga telah menjalin konspirasi elok dengan duapuluhan media yang sangat kental nuansa kedekatan dengan petinggi-petinggi di bagian humas. Sementara, media yang lain, diabaikan,

“Rencana saya ini memang akan saya laksanakan dalam waktu dekat ini. Tinggal tunggu moment yang tepat saja. Hal ini terkait dugaan penyimpangan di bagian humas Setda Kabupaten Anambas. Sebenarnya sangat Sudah melihat kinerja buruk para petinggi di humas itu. Lihat saja modus yang mereka terapkan, “ujar Parlin.

Ditambahkannya. Bagaimana mungkin menjalin kerja sama hanya dengan 20 media. Emangnya cuma 20 media yang ada di wilayah itu. Sementara anggarannya mencapai tiga miliar rupiah. Dan anggaran itu harus habis dalam setahun. Lalu kemana raibnya sisa anggaran itu, “sebut ketua Forkorindo ini penuh rasa jengkel di kantornya (22/11/2018).

Roby Sanjaya, Kabag Humas Kabupaten Kepulauan Anambas tahun 2017.

Disisi lain, Roby, Kabag Humas Setda Kabupaten Anambas coba dikonfirmasi melalui layanan sms ke Ponsel nya (25/11/2028). Namun sayang. Roby terkesan enggan menjawab.

Dugaan korupsi dana Publikasi di pusaran Humas Pemkab Anambas itu, adalah pertanda  buruk. Jadi, perlu rasanya diberi penataran yang lebih professional.

Bahkan Jika diperlukan, diberi cermin berukuran jumbo, agar bisa lebih sering bercermin. Tujuannya, agar lebih cepat menyadari, kalau uang yang dipos kan itu, bukan miliknya. Wassalam . . . . . . . . . (Richard).