Anambas Head Line

LSM Forkorindo Soroti Dana Publikasi di Setwan Kab-Anambas

Anambas, gebraknusantara.co.id

foto : Gedung DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas.

Dugaan penyimpangan Dana Publikasi di seantero Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), sepertinya bakal diangkat ke permukaan oleh Parlin Simanungkalit, ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kepri, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forkorindo (Forum Komunikasi Rakyat Indonesia).

Setelah melaporkan dugaan penyimpangan dana Publikasi tahun 2017 di lingkungan Humas Setda Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, Parlin kembali menduga ada penyimpangan penggunaan dana Publikasi di Sekretariat Dewan (Setwan) DPRD KKA. Pria asal kota Medan ini juga menyebutkan, kalau pihaknya akan membawa persoalan ini ke Kejati Kepri.

“Sepertinya, ada pejabat yang diamanatkan oleh Negara untuk mengemban tugas di lingkunngan kerjanya, mulai berani bermain-main dengan uang rakyat. Setelah saya melaporkan Kabag humas Setda Anambas ke Kejati awal bulan Desember lalu, kini saya kembali menduga, ada penyimpangan dalam penggunaan dana publikasi di lingkungan Setwan Kabupaten Kepulauan Anambas, “sebutnya di kantornya (19/12/2018) lalu.

Sesuai pengamatan saya, katanya melanjutkan. Bahwa dana Publikasi yang digunakan untuk menjalin kerja sama dengan media, hanya untuk 21 media. Hal tersebut dilakoni oleh Pejabat Pelaksana Tugas Kegiatan (PPTK), sekaligus menjabat sebagai Kabag Humas di Setwan KKA itu. Padahal, anggaran yang disiapkan mencapai ratusan juta rupiah setahun.

Masih menurut ketua LSM Forkorindo. Parahnya lagi, media yang telah menjalin kerja sama, hanya dibandrol empat juta sampai tujuh juta per media pertahun. Tentu saja masih banyak anggaran yang tersisa. Nah . . . jika hal tersebut benar terjadi, saya tidak main-main. Akan saya laporkan dugaan penyimpangan dana Publikasi ini ke Kejati Kepri, “kata Parlin gamblang.

Parlin. S, Ketua DPD Kepri, LSM Forkorindo.

Mendapat penjelasan dari Parlin, media ini coba melakukan konfirmasi ke Firman. Pria yang menjabat sebagai Kabag Humas dan PPTK di Setwan KKA itu melalui hubungan telepon ke ponselnya (13/12/2018).

Saat itu Firman mengakui, bahwa pada tahun 2017 lalu, dirinya memang benar menjabat sebagai PPTK. Bahkan sampai sekarang. Dan mengenai dana Publikasi tahun 2017 di Setwan KKA, Firman menyebutkan sebesar Rp.800.000.000,- Ketika ditanya jumlah media yang telah bekerja sama, Firman menyebutkan sebanyak 21 media,

“iya. Tahun 2017 memang saya PPTK di Setwan Anambas. Kalau besaran dana Publikasi saat itu sebesar 800.000.000 juta rupiah setahun.  Dan itu untuk 21 media. Kalau besaran harganya saya lupa bang. Cuma, pembayarannya, kami bayar persekali tebit, “beber Firman, seraya mengaku sedang tidak berada di kantor. (Richard).