Head Line Tanjungpinang

Sejumlah Karyawan PT. HDS Bagian Pengaspalan Mengeluh Soal Upah

 Foto : Ilustrasi kegiatan pengaspalan disalah satu ruas jalan di Bintan.

Tanjungpinang, gebraknusantara.co.id

Sejumlah karyawan yang bekerja di PT. HDS bidang pengaspalan belakangan banyak mengeluh. Lantaran gaji yang dibayar sering tidak tapat waktu. Bahkan, gaji untuk bulan April kemarin, sampai saat belum juga dibayar. Padahal, bulan Mei telah masuk ke pertengahan bulan.
Bukan hanya itu. Karyawan pun tidak diperbolehkan meminjam (Kasbon). Hal ini sesuai penuturan salah seorang karyawan yang enggan namanya disebut kepada media ini. Parahnya lagi, karyawan yang telah mengabdi hampir setahun di perusahaan itu, sampai berita ini diunggah, belum menerima gaji.
Selain sering mengalami keterlambatan, upah yang diterima pun jauh lebih kecil dari standard upah yang ditetapkan oleh pemerintah. Dijelaskannya, “upah yang kami terima selama ini, sebesar 1.5 juta rupiah sebulan. Dengan rincian, upah bulanan sebesar satu juta rupiah. Dan Insentif yang diterima Rp.500.000,- “katanya.
Dijelaskannya lagi. Yang menangani upah kami selama ini namanya pak Lasio. Lembur kami juga dibayar hanya 4000 rupiah sejam. Bukan hanya itu bang. Sampai sekarang, kami juga belum didaftarkan menjadi peserta BPJS.
Minimnya upah yang diterima, memang sangat merugikan karyawan. Perbandingannya, UMR kota Tanjungpinang, saat ini sebesar Rp.2.771.172,- Sementara, yang diterima karyawan hanya Rp.1.500.000,- setiap bulannya. Jadi, kemana nurani pimpinan perusahaan itu terhadap karyawannya ?
Melalui layanan WA, media ini coba melakukan konfirmasi ke pak Lasio (13/05/2019). Namun sayang, sampai berita ini diunggah, pak Lasio tidak menjawab. Hal yang sama juga dilakukan terhadap pimpinan PT. HDS. Tapi sama saja. Kedua petinggi di perusahaan itu sama-sama tidak merespon.
Prilaku kurang terpuji itu, ada baiknya segera ditindaklanjuti oleh pihak Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kepri. Agar kerugian yang dirasakan sejumlah karyawan tidak berkepanjangan. Apalagi, disaat menjelang hari raya Idhul Fitri yang sudah diambang pintu. Tentulah para pekerja tersebut sangat membutuhkan penghasilan yang lebih. (Richard).