Head Line Tanjungpinang

Keluhan Upah Karyawan PT. HDS Ditepis Perusahaan

Photo : Ilustrasi kegiatan pengaspalan disalah satu ruas jalan di Bintan.

Tanjungpinang, gebraknusantara.co.id

Menanggapi berita karyawan PT. HDS yang disebut-sebut tidak diberi pinjaman oleh perusahaan, dan diberi upah dibawah UMK di media ini, akhirnya disangkal oleh salah seorang petinggi di perusahaan itu.

Pria bernama Yusuf, utusan dari PT. HDS, meminta agar berita tersebut diklarifikasi, “Bang, ini saya Yusuf, dari PT. HDS. Saya menyangkal isi berita yang terbit di media ini semalam. Terkait penjelasan nara sumber yang mengatakan PT. HDS membayar upah kepada karyawan dibawah UMK, itu tidak benar, “katanya tegas lewat ponsel nya.

Ditambahkannya. Yang sebenarnya, perusahaan memberi upah kepada karyawan sudah sesuai dengan UMK. Mengenai tulisan yang menyebutkan perusahaan tidak membolehkan karyawan meminjam (Kasbon-red), itu juga tidak benar. Kami selalu menanggapi, jika ada karyawan yang mau meminjam. Soalnya, ada gaji bulanan sebagai jaminan, “katanya meyakinkan.

Tapi, lanjut Yusuf. Bagi karyawan harian yang mau Kasbon, itu memang menjadi pertimbangan. Soalnya, tidak ada jaminan untuk pertanggungjawabannya.
Masih menurut Yusuf. Jadi saya mau nanya nich bang. Siapa sebenarnya nara sumber abang ? Abang sebut saja. Jadi kami tau, “desak Yusuf ke media ini.

Bantahan yang diberikan Yusuf, bertujuan agar masyarakat tidak mempercayai keterangan yang diberikan nara sumber pada pemberitaan terdahgulu. Intinya, sejak berita ini terbit, pemberitaan terdahulu dianggap tidak benar.

Sayangnya, Yusuf tidak menjelaskan secara rinci, berapa lama karyawan bekerja di perusahaan itu, agar bisa dianggap sebagai karyawan tetap.

Padahal, pengakuan dari nara sumber di pemberitaan terdahu menyebutkan, kalau dirinya telah bekerja di perusahaan itu selama tujuh bulan. Sementara statusnya masih tergolong karyawan harian. (Richard).