Bintan Head Line

Busyeet . . . . Proyek Jembatan Produk BP-FTZ Bintan Mangkrak, Tapi Mau Dilanjut

Foto : Kondisi fisik Jembatan yang sempat dikerjakan, tapi tampak melengkung.

Bintan, gebraknusantara.co.id

Proyek pembangunan jembatan di desa Tanah Merah Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), yang dikerjakan sejak tahun 2018 lalu, kini tampak mangkrak dan terbiar. Dilihat dari persentase pekerjaan yang ditinggalkan, berkisar 30 persen. Namun kondisinya tidak sesuai dengan yang diinginkan.

Bahu jembatan tampak melengkung. Bahkan, pelaksana proyek sampai saat ini masih melenggang tanpa ada sanksi hukum yang diberikan. Padahal, nilai jembatan itu mencapai miliaran rupiah. Dan yang mengelola proyek itu, Badan Pengawasan FTZ Bintan. Sedangkan yang mengerjakan, kontraktor asal Sulawesi. Meskipun kondisi proyek terlihat memprihatinkan, tapi pengguna anggaran masih bisa santai menjalani aktivitasnya, tanpa sentuhan hukum.

Yang mengejutkan lagi, justru proyek yang sudah porak-poranda itu, akan ditindaklanjuti pekerjaannya pada tahun 2019 ini. Ironis memang. Tapi, itulah kenyataan. Tak tanggung-tanggung. Anggarannya pun mendekati sepuluh miliar rupiah. Mendengar hal tersebut,  Sholikin, ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Berantas Korupsi (Gebrak) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), yang kerap menyoroti kinerja pejabat di daerah ini sontak terperanjat.

Melalui media ini, ketua LSM itu langsung mengomentari proyek amburadul tersebut, “Yang saya tau, proyek itu memang sudah rusak. Dan tak bisa lagi diteruskan. Artinya, kalau pun proyek bernilai miliaran rupiah itu mau dilanjutkan, sah-sah saja. Tapi, lihat dulu kondisinya. Jangan asal dilanjut. Karna, hasil pekerjaan yang dikerjakan oleh kontraktor terdahulu, kondisinya rusak parah. Makanya saya berharap, agar kontraktor pelaksana terdahulu yang mengerjakan proyek itu, harus diberi sanksi hukum. Jangan dibiarkan begitu saja. Inikan sudah pelanggaran, “sebutnya (22/06/2019) di kantornya.

Belakangan memang ada saya dengar, kalau proyek itu akan dilanjutkan dan menggunakan anggaran yang baru lagi. Namun, kata Sholikin melanjutkan. Ada yang mengherankan. Mengapa rekanan peserta lelang, hanya diikuti satu perusahaan. Jadi, wajar dong kalau ada yang terheran atas rencana jelek itu. Saya menduga, di dalam rencana pembangunan lanjutan proyek jembatan itu, sangat kental nuansa konspirasi antara Pengguna anggaran dengan pelaksana proyek, “katanya jengkel.

Akhirnya, media ini coba mendatangi kantor BP-FTZ Bintan di Kilometer 16 Kecamatan Toapaya Selatan kabupaten Bintan (11/06/2019) lalu. Guna melakukan konfirmasi terhadap Drs. H. Saleh Umar MM, Kepala BP Bintan. Namun sayang, seorang staf wanita di kantor itu mengatakan, “bapak sedang keluar pak, “sebutnya.

Disisi lain, Bayu yang disebut-sebut sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada proyek itu coba dikonfirmasi melalui layanan WA ke ponsel nya (26/06/2019). Tapi, sampai berita ini diunggah, Bayu belum menjawab.

Sementara, penjelasan seorang pekerja Pers yang telah melakukan konfirmasi terhadap Bayu, bahwa proyek itu telah diperiksa oleh tim dari Badan Pemeriksa Keuangan RI (BPK RI) beberapa waktu lalu. Hal itu diakui Bayu dengan membalas konfirmasi media itu lewat layanan WA pada (24/06/2019) lalu. (Richard).

Add Comment

Click here to post a comment