Bintan Head Line

Surat Penetapan Eksekusi PN Tanjungpinang Terkesan Kurang Ampuh

Foto : Para Petugas sedang melakukan Apel singkat.

Bintan, gebraknusantara.co.id

Kasus sengketa lahan antara Juraemi dengan Marzuki cs, yang telah  berlangsung puluhan tahun, akhirnya mau dieksekusi.

Kamis (27/06/2019), pihak Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang menerbitkan Surat Penetapan Eksekusi Pengosongan lahan yang berada di jalan Sei Datuk RT 001 RW 006, Kijang kota, Kecamatan Bintan Timur Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Rencana Eksekusi yang melibatkan sejumlah aparat itu, tampak ramai dikunjungi warga. Membuat arus lalulintas macet. Berkisar pukul 11.30 wib, setelah terlebih dahulu melaksanakan apel singkat, petugas dari Pengadilan Negeri didampingi sejumlah aparat dari Kepolisian maupun dari TNI, beranjak mendatangi keluarga Juraemi yang memang telah menunggu di teras rumah yang bakal dieksekusi.

Saat Pembacaan Berita Acara oleh Petugas dari PN Tanjungpinang.

Didampingi Firdaus, Kuasa Hukum Juraemi, petugas dari Pengadilan menjelaskan kepada Juraemi dan keluarga, atas segala rencana yang telah ditetapkan.

Tapi, setelah dijelaskan secara rinci, ujung-ujungnya malah berubah. Dn yang terjadi justru berbeda. Penetapan Eksekusi Pengosongan pengosongan yang telah direncanakan, malah ditunda.

Herannya lagi, penundaan yang disampaikan oleh petugas Pengadilan, tidak menyebutkan sampai kapan. Ketika ditanya, Danil (petugas Pengadilan-red), mengatakan, “penundaan ini ditinjau dari segi keamanan. Dan belum bisa kami sebutkan sampai kapan penundaan ini. Karna, harus keputusan dari atasan kami, “kata Danil kepada sejumlah wartawan.

Jawaban singkat Danil, justru menimbulkan sungut-sungut bagi warga yang mendengarkannya, “kenapa lah mesti ditunda lagi. Inikan membuat petugas yang datang kesini merasa kecewa, “celoteh seorang warga yang datang melihat kejadian itu. Apalagi pihak Pengadilan telah menerbitkan Surat Penetapan Eksekusi, dengan nomor : 14/Pen.EKS.G/2016/PN.Tpg Tanggal 29 April 2019, ditandatangani oleh, Panitera Floriberta Setyowati. SH. MH (Richard/Maniur).