Bintan Head Line

PT. CBK Diduga Timbun Budidaya Mangrove di Desa Malangrapat

Pesisir pantai yang bakal disulap menjadi daratan.

Bintan, gebraknusantara.co.id

Aksi timbun laut tampak merebak di desa Malangrapat Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Untuk menerapkan sandiwara kampungannya, sang sutradara sengaja menghentikan  sementara praktek timbun laut itu. Tujuannya, untuk mengecoh setiap petugas yang mulai melirik.

Jika diamati, aktivitas itu terbilang sangat merugikan negara. Pasalnya, pesisir pantai yang sebelumnya ditumbuhi tanaman Bakau, kini plontos. Selain itu, tak jauh dari lokasi penimbunan, tampak berdiri kokoh papan pemberitahuan yang menyatakan, bahwa wilayah  itu merupakan kawasan Konservasi laut.

Pesisir pantai yang ditimbun berada di sekitar Cabana Beach Resort. Jadi, lengkaplah sudah, kalau perusahaan yang melakukan penimbunan itu, menabrak Undang-Undang nomor 27 tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

Sejauh mata memndang, gugusan pantai yang kini berubah menjadi daratan.

Bukan hanya itu. PT. CBK yang disebut-sebut Perusahaan yang melakukan penimbunan laut sampai puluhan hektar itu, ditenggarai tidak memilik Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

Dan rumor yang beredar menyebutkan, ada Herman didalam kegiatan itu. Melalui layanan WA, Herman pun coba dikonfirmasi. Sayangnya, jawaban yang didapat justru tak nyambung. Dalam balasannya, Herman hanya mengajak duduk, “bila ada waktu, kita duduk dulu yaa . . . Saat ini belum ada pergerakan, “kata Herman singkat.

Papan Pemberitahuan, Kawasan Konversi Laut.

Disisi lain, Boly, Kades Malangrapat pun coba ditemui di kediamannya, guna konfirmasi terkait aktivitas itu, “terus terang memang tidak ada pemberitahuan ke kami (pihak kantor desa-red). Apalagi sampai sekarang tidak ada nampak papan perizinannya. Sebenarnya, ini bukan ranah kami. Karna, kalau menyangkut izin kan sekarang harus ke Provinsi, “ujar Kades di rumahnya (18/07/2019).

Aktivitas itu terhenti, diakui sejumlah warga yang tinggal di desa Tanjung Keling, RT 01/RW 02 Desa Malangrapat, “iya pak. Kayaknya udah hampir dua minggu tak ada lagi kegiatan disana. Tapi kami tak tau penyebabnya, “celoteh Ibu bertubuh tambun itu didampingi Istri ketua RT setempat (18/07/2019).

Maraknya aksi penimbunan, membuat Parlin, ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD)  Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Fokorindo Provinsi Kepri angkat bicara. Lelaki asal Sumatera Utara ini menilai, kalau aktivitas yang cenderung Illegal itu harus dihentikan, “kalau saya amati kegiatan yang berada disekitar Cabana Beach Resort itu, sepertinya telah melanggar aturan yang ada. Mana mungkin ada instansi yang berani menerbitkan izin untuk penimbunan laut. Apalagi saya lihat, luasnya mencapai puluhan hektar. Jadi bisa saya pastikan, kalau aktivitas itu tak berizin. Jangan-jangan ada konspirasi dengan pihak-pihak yang berkompeten. Jadi saya sarankan, agar aktivitas itu segera dihentikan, “sebut Parlin geram di tempatnya biasa mangkal (22/07/2019). / (Richard).