Head Line Tanjungpinang

LSM-ICC Minta Proyek Jalur Kedua Daeng Marewa Ditender Ulang

Ilustrasi foto : Aktivitas pengaspalan sedang dikerjakan.

Tanjungpinang, gebrakgusantara.co.id

Pemenang tender proyek Pembangunan Jalur Kedua di jalan Daeng Marewa Tanjungpinang, yang bernilai  belasan miliar rupiah yang menggunakan APBN tahun 2019, kini jadi gunjingan hangat di tengah-tengah masyarakat. Pasalnya, panitia penyelenggara (Pokja) mendadak mengganti posisi rekanan yang telah ditetapkan sebagai pemenang (PT. Nikita Polainti Karya) kepada rekanan yang melakukan Sanggahan (PT. Pacific Karya Makmur).

Darmo sebagai Pokja di proyek tersebut, baru menjawab konfirmasi media ini yang dikirim tanggal 29/09/2019 lalu. Dalam jawabannya, Darmo hanya bisa menyebutkan, “maaf pak, saya belum bisa memberi informasi terkait hal ini. Mungkin bapak bisa berkomunikasi dengan kepala UKPBJ (Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa-red) kota Tanjungpinang. Istilah UKPBJ, kini telah berubah menjadi LPSE.  Sekali lagi saya mohon maaf, “kata Darmo membalas konfirmasi yang dilayangkan media ini pada tanggal 27/09/2019 lalu. Meski terlambat, tapi Darmo tetap memberi arahan, agar media ini melakukan konfirmasi ke kepala  UKPBJ dimaksud.

Sesuai arahannya, Selasa (02/10/2019), media ini coba menanyakan posisi kepala LPSE kota Tanjungpinang, Zulhidayat. Guna melakukan konfirmasi lanjutan. Namun sayang, Zulhidayat mengaku sedang berada di luar kota, “saya masih di luar pak. Insyallah hari Senin saya sudah di kantor Senggarang, “katanya menjawab (02/10/2019). Hangatnya gunjingan terkait hal tersebut, Laode Kamaruddin, ketua LSM Indonesia Crisis Centre (ICC) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), tak bisa diam melihat kondisi hal tersebut. Pria asal Sultra ini  menduga, di dalam proses lelang yang dilakukan panitia penyelenggara, sangat kental nuansa KKN nya,

“Menurut pengamatan saya, sepertinya di pusaran tender proyek yang satu ini, sangat kental nuansa Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) nya. Soalnya, sudah ada rekanan yang ditetapkan sebagai pemenang, koq malah dianulir. Herannya lagi, justru perusahaan yang melakukan Sanggahan yang dimenangkan. Inikan sangat aneh. Padahal, kalau memang Sanggahan direspon, seharusnya dilakukan tender ulang, “sebut lelaki pemerhati kinerja pejabat di daerah ini, di Batu Sembilan Tanjungpinang (02/10/2019).

Jadi, saya tekankan. Kata Laode melanjutkan. Bagi pihak-pihak yang merasa dirugikan, agar segera membuat laporan ke pihak yang berwajib. Dan harus dilakukan tender ulang, sebelum negara di rugikan, “tutup Laode. (Richard).