Head Line Tanjungpinang

Dana Pemeliharaan /Perawatan Mesin Pemusnah Limbah RSUD Kepri Kemana . . . ? ? ?

Salah satu peralatan pengolah limbah di kawasan RSUD Provinsi kepri.

Tanjungpinang, gebraknusantara.co.id

Buntut pemberitaan mesin pemusnah limbah yang dianggap tidak optimal dalam pengoperasiannya, yang terbit di media ini beberapa hari lalu, kini jadi gunjingan hangat ditengah-tengah sejumlah kalangan.

Mesin Pemusnah Sampah (Incenerator-red) milik RSUD  Provinsi Kepri itu, disebut-sebut hanya  memiliki satu sumbu pembakar (Burner). Padahal, yang dibutuhkan harus tiga buah. Akibatnya, limbah rumah sakit yang dibakar tidak bisa musnah sama sekali, lantaran suhu tidak terpenuhi sesuai kebutuhan.

Seperti penuturan narasumber yang enggan menyebutkan namanya, bahwa suhu yang dibutuhkan untuk melebur semua sampah yang dimasukkan ke dalam Incenerator itu, harus tinggi. Yaitu antar 1200 – 1500 derajat celsius. Namun, mesin bernilai miliaran rupiah itu, justru tidak memiliki alat pengukur temperatur panas.

Peralatan lainnya sebagai Bak Control limbah cair.

Padahal, alat yang satu ini memang sangat diperlukan. Dan mustahil rasanya, jika Pemprov Kepri tidak menyisihkan anggaran untuk pemeliharaan dan perawatan mesin semahal itu. Diduga kuat, anggaran tersebut menguap di tengah jalan.

Ramainya gonjang-ganjing soal dana perawatan mesin itu, akhirnya ditanggapi Sholihin, ketua LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) Gerakan Berantas Korupsi (Gebrak) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Lelaki yang kerap memantau kinerja pejabat di daerah ini menilai, bahwa kejadian seperti itu, nuansa Korupsinya sangat kental, “Anggaran untuk perawatan kan sudah dianggarkan. Kenapa mesin itu tidak dirawat. Saya yakin, kalau anggaran untuk pemeliharaan dan perawatan telah disisihkan oleh Pemprov Kepri. Tapi, ya sudah lah, dilaporkan saja ke Kejaksaan. Biar cepat ditindaklanjuti. Karena, kalau tak dibawa ke ranah hukum, persoalan seperti ini akan terus berlanjut, “kata Sholihin geram (04/11/2019) di jalan Sukarno Hatta Tanjungpinang.

Limbah dibuang, berawal dari tong sampah kecil ini.

Di tempat terpisah, Dr. Moektar, Direktur RSUD Raja Ahmad Thabib Provinsi Kepri, ketika dikonfirmasi ulang melalui layanan WA ke ponsel nya (04/11/2019), hanya bisa memberi arahan ke Bidang Penunjang Non Medic, “untuk informasi yang anda butuhkan, silahkan hubungi Amran, Kabid Jangmed di lantai 4 RSUD, “kata Moektar menjawab, melalui layanan WA nya.

Sesuai arahan, media inipun coba menemui Amran di ruang kerjanya. Namun, penjelasan yang didapat dari staf wanita di kantor itu mengatakan, “pak Kabid sedang keluar,. “ucap seorang pegawai wanita berkerudung di ruang kerjanya. Dan sampai berita ini terbit, Kabid Jangmed itu belum juga merespon. (Richard).