Head Line Tanjungpinang

Pokja Proyek Pengaspalan Jalan Daeng Marewa Bakal Dilaporkan

Proses perbaikan jalan untuk segera dilakukan pengaspalan di jalan Daeng Marewa Tanjungpinang. 

Tanjungpinang, gebraknusantara.co.id

Tindak lanjut pemberitaan proyek pembangunan Jalur Kedua jalan Daeng Marewa Tanjungpinang, yang terbit di media ini beberapa waktu lalu, coba ditanyakan kepada Zulhidayat, yang menjabat sebagai ketua Kelompok Kerja (Pokja) pada proyek tersebut.

Pejabat yang kini menduduki dua jabatan penting di Pemerintah kota Tanjungpinang, yaitu Kepala Bagian (Kabag) Pembangunan di Setda kota Tanjungpinang dan Kepala kantor LPSE kota Tanjungpinang.

Kamis (07/11/2019), media ini coba menemuinya  di kantornya Bagian Humas Setda kota Tanjungpinang. Tapi, saat itu  Zul (sapaan akrab-red) sedang Dinas Luar alias DL. Hal itu disampaikan seorang staf wanita berkerudung, “pak Zul sedang DL. Mungkin hari Senin baru masuk kantor pak, “katanya singkat di ruang bagian pembangunan.

Papan nama Proyek Pengaspalan.

Proyek pengaspalan bernilai belasan miliar rupiah itu, sedang dikerjakan oleh PT. Pacific Karya Makmur (PT. PKM). Namun, dibalik kesuksesan PT. PKM memenangkan lelang pada proyek itu, ternyata ada perusahaan yang lebih dulu menang. Yaitu PT. Nikita Polainti Karya (PT. NPK).

Perusahaan ini telah dinyatakan sebagai pemenang dari semua rekanan yang mengikuti lelang. Dan kemenangan itu juga telah publikasikan secara online di Internet. Bahkan, bukti sebagai pemenang, diberi tanda bintang. Tapi oleh Pokja, perusahaan ini mendadak digugurkan. Hanya lantaran ada sanggahan dari PT. PKM.

Heran nya lagi, justru Pokja langsung menetapkan PT. Pacific Karya Makmur sebagai pemenang. Keputusan yang dianggap ngawur itu, justru menimbulkan berbagai asumsi miring. Apalagi terendus informasi, bahwa istri Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan  (PPTK) pada proyek itu, bekerja sebagai karyawan di PT. PKM. Membuat asumsi persekongkolan semakin kuat. Akibat dari keputusan itu, akhirnya PT. NPK tidak terima.

Diperoleh bocoran, bahwa PT. NPK bakal membawa persoalan ini ke ranah hukum. Karena, keputusan yang diambil oleh tim Pokja, telah merugikannya. Bahkan, nuansa persekongkolan pun dianggap sangat kental, “yang pasti, kami tidak terima diperlakukan seperti itu. Jadi, kami akan bawa persoalan ini ke ranah hukum. Karena, kami telah dirugikan. Bagaimana bisa, perusahaan yang sudah dinyatakan sebagai  pemenang, tiba-tiba kalah, “kata Us di jalan Sukarno Hatta Tanjungpinang, baru-baru ini.

Proses penimbunan jalan tampak sedang berlangsung.

Menanggapi sandiwara murahan itu, akhirnya Sholihin, ketua LSM Gerakan Berantas Korupsi (Gebrak) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), terpanggil untuk mengomentarinya. Lelaki yang getol memantau berbagai proyek pemerintahan di daerah ini menilai, bahwa proses lelang yang merugikan rekanan itu, ditenggarai telah terjadi persekongkolan,

Sholihin, ketua DPD LSM Gebrak Prov Kepri.

“Kalau saya amati kejadian yang dialami PT. NPK itu, pasti mereka merasa telah dirugikan. Jadi saya rasa, baiknya  dilaporkan saja peristiwa itu ke pihak yang berwajib. Agar ketahuan siapa yang salah dan yang benar, “kata Sholihin (07/11/2019). Dan sampai saat ini, pihak PT. PKM belum bisa dikonfirmasi. (richard).