Bintan Head Line

Isue Rencana Ongkos Ojek Laut Naik, Masyarakat Desa Kelong Resah

Sejumlah Sampan yang berfungsi sebagai angkutan umum sedang sandar di salah satu pelabuhan rakyat.

Bintan,gebraknusantara.co.id

 Sejumlah penumpang yang baru naik maupun baru turun dari Pompong (Sampan Angkutan Umum-red), yang sandar di Pelabuhan Kijang Kota Kabupaten Bintan, belakangan ini tampak bersungut-sungut, lantaran mendengar isu miring terkait rencana kenaikan ongkos Pompong.

Informasi miring yang tak jelas nara sumbernya itu, sangat cepat merasuk ke pikiran komunitas penumpang itu. Khususnya penumpang yang melintasi rute dari desa Kelong menuju Kijang Kota. Apalagi, isu miring itu juga menyebutkan, kalau besaran kenaikannya sebesar dua ribu rupiah setiap kali perjalanan.

Maraknya gunjingan, membuat media ini berupaya menemui seorang warga Kijang Kota. Guna meminta tanggap[an. Sebut saja Dody, lelaki berkulit gelap ini justru mengakui, ada pihk-pihak yang mau menikkan ongkos Pompong itu, “benar bang, memang ada yang berniat menaikkan ongkos Pompong dari biasanya hanya sepuluh ribu rupiah, mau dinaikkan menjadi limabelas ribu rupiah. Alasannya, karna sulit dan mahalnya harga Bahan Bakar Minyak. Tapi, kebanyakan masyarakt menolaknya. Bahkan, saking gunjungan tentang itu, ada yang nyari baku hantam, “kata Dody kjepada wartawan.

Setelah itu, lanjut Dody. Entah ide dari siapa, Plt Camat, UPT Perikanan, HNSI dan salah seorang Anggota Dewan Bintan, mengadakan rapat kecil di Kedai Kopi Acun yang berada di Barek Motor Kijang. Informasi yang dapat, bahwa hasil rapat itu menetapkan, bahwa ongkos yang sepuluh ribu rupiah itu, naik menjadi duabelas ribu rupiah per penumpang, “beber Dody

Sementara dilain pihak, justru sangat menentang penetapan itu, “kalau menurut saya, baiknya rencana itu disosialisasikan dulu ke masyarakat. Jangan asal dinaikkan. Supaya tidak ada salah paham antara penumpang dan Penambang (Pemilik Sampan-red). Saya sendiri pu keberatan atas kenaikan ongkos itu, “sebut seorang warga yang enggan menyebutkan namanya di salah satu Kedai Kopi di Barek Motor, Kijang, Kamis (14/11/2019).

Menanggapi hal itu, Sutono, PLT Camat Bintan Pesisir, coba ditanya. Menurutnya, sampai saat ini, masalah kenaikkan ongkos Pompong itu, masih wacana. Sebab, kita masih mencari waktu yang tepat untuk mengadakan rapat bersama. Antara Penambang, unsur RT/RW, masyarakat, Kepala Desa, Dinas Perhubungan Bintan, pihak Syahbandar maupun dari Polsek. Gunanya untuk mencari solusi dari permasalahan kelangkaan Bahan Bakar Minyak. Tapi yang pasti, kenaikan tarif itu belum bisa diterapkan, “ujar Camat kepada Wartawan. (Richard).