Head Line Tanjungpinang

Ajang Habiskan Duit, Bermoduskan Kegiatan.

Suasana kegiatan di salah satu Aula di Hotel Aston Tanjungpinang.

Tanjungpinang, gebraknusantara.co.id

Diujung tahun 2019 ini, berbagai instansi pemerintahan di kota Tanjungpinang seakan berlomba menggelar kegiatan. Bahkan tak sedikit yang berupaya mencari tempat mewah agar terlihat keren dalam menggelar kegiatannya.

Senin (18/11/2019) kemarin, ditengah seriusnya para pemburu berita melakukan aktivitas di kota Segantang Lada, mendadak muncul undangan dari Dinas Kominfo kota Tanjungpinang, ke sejumlah group WhatsApp (WA) di kalangan Insan Pers yang bekerja di kota Tanjungpinang.

Undangan dadakan itu, memang memicu ketertarikan bagi yang membacanya. Bahkan tak sedikit yang berniat mengikutinya. Apalagi persyaratan yang harus dilengkapi untuk bisa mengikutinya, cukup bermodalkan sepotong surat tugas dari pimpnan masing-masing media.

Sesuai bunyi undangan, bahwa kegiatan itu terbagi dua. Kegiatan pertama, digelar hari Selasa (19/11/2019), di Hotel Aston Tanjungpinang. Dan disebutkan, untuk kegiatan yang pertama, Diskusi  Kelompok Terpumpun Media Masa.

Dan kegiatan yang kedua, digelar mulai dari tanggal 20 November 2019, sampai 22 November 2019, ditempat yang sama. Sedangkan namanya disebut, Kegiatan Penyuluhan Bahasa Indonesia, Dalam Jurnalistik Bagi Wartawan.

Herannya, ketika media ini berniat mengikutinya, justru jawaban yang didapat dari salah seorang  penyelenggara bernama Feby, tidak sesuai dengan bunyi undangan “bapak dari media mana ? Bapak wartawan apa Pimpinan Redaksi ? Kalau hari ini, acarannya khusus untuk Piminan Redaksi pak. Tapi bapak sudah terlambat. Jadi tak bisa lagi mengikutinya. Sedangkan untuk acara besok, khusus untuk wartawan, “sebutnya di barisan meja, diluar aula acara digelar.

Penjelasan Feby tidak sesuai dengan keterangan yang ada di dalam undangan. Dan saat itu, Feby juga mengaku, kalau kegiatan itu tidak sesuai dengan jadwal yang tertera di undangan, “itulah pak. Memang sudah terjadi misscomunication,” kata Feby tegas.

Selain dianggap kegiatan dadakan, banyak juga yang bertanya, “mengapa kegiatan ini baru digelar sekarang. Koq selama ini tidak ada kegiatan seperti ini, “sebut seorang warga di bilangan Batu Sembilan Tanjungpinang (19/11/2019).

Untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat, media ini coba menghubungi Akib, Kepala Dinas Kominfo Tanjungpinang melalui ponselnya (19/11/2019) dan (20/11/2019). Namun  Sayang, ponsel pria yang pernah menjabat Sekwan kota Tanjungpinang ini sedang tidak aktif.

Mengomentari kegiatan yang dianggap dadakan itu, akhirnya Sholihin, ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Berantas Korupsi (Gebrak) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menilai, bahwa kegiatan itu terkesan dipaksakan, “jadi saya menilai, kalau kegiatan itu terkesan dipaksakan. Ditambah lagi dengan tata cara pelaksanaan yang tak sesuai dengan bunyi undangan yang disampaikan melalui layanan WA. Kalau sudah begitu, coba cari tau. Dari Pos anggaran mana dana untuk kegiatan itu diambil, “beber Sholihin di melalui ponsel nya (20/11/2019). / (Richard).