Kepri

Tetap Berpegang pada Aturan

Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau H. TS. Arif Fadillah mengatakan bendaharawan dan verifikator mempunyai peran yang sangat penting dalam keberlangsungan pelaksanaan kegiatan di pemerintahan. Karena mereka merupakan orang yang secara aturan dan hukum menjadi yang bertanggungjawab dalam pengelolaan dana Pemerintah.
“Bendahara dan verifikator ini tugasnya sangat berat sekali. Mereka inilah yang bekerja siang malam untuk pengurusan administrasi keuangan sehingga anggaran bisa cair untuk pembangunan. Jadi patut kita apresiasi peran meraka untuk membantu kelancaran pembangunan,” kata Arif saat membuka Pelatihan  Pembinaan Peningkatan Wawasan Pengelolaan Keuangan Sekretariat Daerah Provinsi Kepri di Hotel CK, Tanjungpinang,  Rabu (15/01).
Hadir pada kesempatan ini Asisten Administrasi dan Umu Setda Provinsi Kepri M Hasbi, Kepala Biro Permbangunan aries Fhariandi, Kepala  Biro Perekonomian Heri Andrianto, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Misbardi serta peserta Bendara Pengeluaran Sekretariat Daerah, Bendahara Pengeluaran Pembantu Biro, PPK dan Pembantu pejabat Penatausahaan Keuangan, Pejabat Pengadaaan, Verifikator, Pengurus dan Pembantu Pengurus Barang, Staf Administrasi Penyusun Dokumen Pengadaan Barang dan Jasa di Lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau.
Menurut Arif agar bendaharawan dan verifikator dapat bekerja dengan baik maka perlu dukungan para Kepala Biro untuk dapat mengarahkan setiap pengadministrasian laporan keuangan agar sesuai dengan  aturan dan perundangan yang berlaku.
“Bendaharawan ini bisa bekerja maksimal jika Kepala Biro juga paham akan aturan. Bendaharawan dalam hal ini harus saklek atau berpegang teguh pada aturan. Oleh karena itu jika tidak sesuai aturan, bendaharawan berhak menolak keinginan atau perintah atasan, karena hal tersebut dilakukan dalam rangka menghindarkan pimpinan dari masalah di kemudian hari,” jelas Arif.
Kepada semua Bendaharawan dan Verifikator arif juga meminta bantuan agar bisa saling bekerjasama dan bekerja maksimal dalam pengelolaan keuangan Negara, kerana dirinya tidak bisa bekerja sendiri dan tidak hafal dan paham semua peraturan tentang keuangan pemerintahan.
“Saya harap bantuannya baik dari bendarahara maupun verifikator. Karena semua berkas yang sampai ke meja pimpinan termasuk saya sudah dalam bentuk SPM yang harus ditandatangani. Tidak mungkin berkas tersbut saya periksa satu-persatu. Jadi tolong setiap berkas tersebut diperiksa terlbeih dahulu dan pastikan kelengkapan berkasnya sebelum dibayarkan,” harap Arif.
Untuk kedepan, Arif mengusulkan agar dibuatkan buku panduan untuk pemeriksaan setiap berkas keuangan agar setiap pemeriksaan punya satu aturan yang pasti untuk semua sehingga tidak ada lagi terjadi beda hasil pemeriksaan baik dari Inspektorat maupun Badan Pemeriksa keuangan.
“Ada baiknya kedepan kita buat satu buku untuk panduan pemeriksaan. Kalau perlu pembuatan buku ini bekerjasama dengan Inspektorat dan meminta lisensi dari BPK. Ini perlu kita lakukan karena di lapangan sering kita dapatkan problem. Disaat laporan keuangan kita tidak masalah menurut Inspektorat ternyata setelah masuk BPK ada saja yang salah. Makanya kita harus buat buku panduan ini agar bisa jadi pegangan kawan-kawan PPTK, bendahara dan para verifikator,” saran Arif.
Terakhir Arif berharap untuk para peserta yang mengikui pelatihan yang bertemakan “SDM Unggul dalam Pelaksanaan Tatakelola Keuangan  yang transparan dan akutabel” agar secara serius dan aktif dalam mengikuti kegiatan ini.
“Galilah informasi sebanyak-banykanya dari para narasumber kita yang ahli dibidangnya. Jangan ragu untuk bertanya karena berpengaruh pada kualitas kinerja pelaporan keuangan di Lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau,” tutup Arif.
Adapun dalam pelaksanaan Pelatihan Pembinaan Peningkatan Wawasan Pengelolaan Keuangan Sekretariat Daerah Provinsi Kepri ini juga disejalankan juga dengan pemberian penghargaan kepada Bendahara Pengeluaran Pembantu Terbaik di Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau pada tahun Anggaran 2019 lalu, dengan pemenang terbaik 1 dari Biro Pengadaan Barang dan Jasa atas nama Hedriyan, Terbaik 2 Biro Administrasi Pembangunan atas nama Susi, dan Reni Sulistriyani menjadi terbaik 3 dari Biro Administrasi Perekonomian.

Sumber: Humaskepri.id

Add Comment

Click here to post a comment