Head Line Tanjungpinang

Wawako Tanjungpinang, Hengkang ke Partai Nasdem

Hj. Rahma S.Ip, berfoto bersama unsur pengurus Partai Nasdem.

Tanjungpinang, gebraknusantara.co.id

Hj. Rahma S.Ip, ketika berangkat menuju kursi Wakil Walikota Tanjungpinang, menggunakan perahu Partai Golkar. Dan berkat perahu bernuansa kuning inilah orang nomor dua di pemerintahan Kota Tanjungpinang ini duduk sebagai Wakil Walikota.

Namun mendadak ada kejutan. Bagai Halilintar menyambar disiang hari, Rahma diketahui meninggalkan Partai berlambang pohon Beringin itu. Secara resmi, pindah ke partai Nasdem. Gonjang ganjing soal pindahnya Rahma ke lain Partai pun kian menghangat. Pasalnya, wanita berkerudung ini baru saja bergabung ke Partai Golkar sekitar pertengahan tahun 2018 lalu.

Di tempat terpisah, Boby Jayanto, Ketua Partai NasDem Tanjungpinang membenarkan Rahma telah bergabung dalam kepengurusan Partai NasDem Kepri, ”Saya baru mengetahui Bu Rahma bergabung di Partai kami. Dan Kami menyambut baik bergabungnya Bu Rahma dalam kepengurusan Partai NasDem, ”sebut Ketua Komisi I DPRD Kepri itu kepada wartawan.

Diketahui, sejak Minggu (23/02/2020), Hj. Rahma S.Ip, Wakil Walikota Tanjungpinang, secara resmi telah dilantik menjadi unsur pengurus di Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Ketika ditemui sejumlah wartawan, Hj. Rahma, S.Ip menyebutkan, “Saya Ingin maksimal dalam melayani masyarakat Kota Tanjungpinang lewat amanah ini. Pindahnya saya dari kader Golkar semata-mata untuk menjaga stabilitas Politik Pemerintahan bersama-sama dengan Legislatif. karena, hal ini menjadi satu niat dalam komitmen bersama untuk memprioritaskan kepentingan dan pelayanan masyarakat, ”ujar Rahma.

Terkait perpindahannya ke Partai NasDem, Rahma menegaskan, “Tidak ada masalah saya dengan Partai Golkar. Justru saya mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada Partai Golkar. terlebih kepada Ketua DPD Golkar Provinsi Kepri, Bapak Ansar Ahmad, Ketua DPC Golkar, Bapak Ade Angga dan kader lainnya, yang bersama-sama berjuang pada Pilkada tahun 2018 lalu, “katanya.

Masih menurut Rahma. Saya sangat menghargai mereka. Dan saya juga harus akui, dengan dinamika pemerintahan saat ini, saya harus dapat mengawal pemerintahan dengan baik. Sebagai perpanjangan tangan antara eksekutif dan legislative, untuk duduk satu meja. Tepiskan egois. Kita ada disini, itu semua karena masyarakat. Maka kewajiban kita bersama menjadi satu kesatuan  memikirkan dan membangun kota yang kita cintai, ”ucapnya.

Dari lubuk hati yang paling dalam, lanjut Rahma. Saya juga berterimakasih kepada Bapak H. Surya Paloh, ketua Umum Partai Nasdem, yang sudah melantik saya. Terimakasih juga saya ucapkan kepada Ketua DPW NasDem Kepri, Bapak H.M Rudi. Karena berkat beliau, saya dipercayakan menjabat wakil Ketua DPW Nasdem.

Mudah-mudahan keputusan saya ini, bisa terus menjaga tali silaturrahmi. Dan Golkar tetap akan menjadi partai pemerintah nantinya bersama dengan partai NasDem. Sehingga kekompakan Golkar dan NasDem serta partai Gerindra maupun partai PKS dan PKB, beserta partai lainnya, dapat melaksanakan pembangunan dengan maksimal, ”harap Rahma.

Dan akhirnya Rahma berharap, semoga sikap politik ini bisa menjadi keputusan terbaik demi pembangunan Kota Tanjungpinang ke depan. Dan menjadi semangat baru bagi keluarga besar NasDem secara umum, dan Partai Nasdem kota Tanjungpinang secara khusus.  Disisi lain, Laode Kamaruddin. Seorang pegiat LSM yang telah malang-melintang di dunia organisasi di kota Tanjungpinang ini, tampak serius menanggapi pindahnya Rahma ke Partai Nasdem, “kalau saya menilai, Bu Rahma ini termasuk cerdas dalam mengambil sikap. Karna, menurut system’ dalam rekruitment di Partai, ada istilah-istilah tentang kadar keanggotaan di dalam Partai. Menurutnya, ada tiga kadar dalam pengkaderan Partai. Diantaranya, ada kader Sejati, ada kader Merpati dan ada kader Pedati. Jadi, bagi orang yang telah melalui pengkaderan di Partai, akan paham terhadap istilah tersebut. Sedangkan Rahma adalah Anomali dari ketiga Kader tersebut diatas. Bahkan, Rahma termasuk insan politik yang cerdas, “sebut Laode. (Richard).