Head Line Tanjungpinang

Bencana Corona Tak Kunjung Hilang, BLT Dari Pemko pun Tak Kunjung Datang

Amrialis, Kepala Dinas Sosial Tanjungpinang.

Tanjungpinang, gebraknusantara.co.id

Gencarnya serangan Virus Corona alias Covid-19 terhadap kehidupan umat manusia, bisa merubah system’ maupun kebiasaan yang dilakoni selama ini. Bukan hanya itu, kondisi perekonomian pun terasa semakin terpuruk.

Hal itu terjadi lantaran perubahan kebiasaan yang mendadak diterapkan. Seperti anjuran pemerintah kepada masyarakat. Agar dikurangi bepergian keluar rumah (Stay at home-red). Bahkan, perusahaan swasta pun tak sungkan merumahkan karyawannya, demi memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19. Ujung-ujungnya, frekuensi pengangguran pun membludak.

Tapi, pemerintah tidak tinggal diam. Berbagai solusi dicari untuk mengatasi persoalan tersebut. Tak sedikit bantuan yang dikucurkan. Seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Bantuan Sosial Tunai (BST).

Selain itu, ada lagi yang namanya biasa disebut Paket Sembako yang dibiayai oleh Pemerintah Daerah (Pemda). Bahkan, masih banyak istilah lainnya yang tak bisa disebutkan satu persatu. Kebijakan tersebut semata-mata untuk membantu masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19.

Illustrasi : Gestur wajahnya terlihat. Betapa senangnya nenek tua ini, ketika menerima BLT.

Di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) misalnya, yang terdiri dari tujuh Kabupaten / Kota, ada yang telah membagikan BLT, berupa uang kontan, kepada masyarakatnya. Khususnya di Kabupaten Bintan. Pemerintah Kabupaten ini telah dua kali membagikan BLT dengan jumlah Rp 600.000,- per Kepala Keluarga (KK).

Jika diamati, proses pemberian BLT ini, menunjukkan besarnya perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) terhadap masyarakatnya yang sedang dirundung kesulitan ekonomi.

Tapi, di kota Tanjungpinang justru terkesan sangat berbeda. Sampai berita ini diunggah, masyarakat kota Tanjungpinang masih belum pernah mencicipi manisnya bantuan BLT itu. Padahal, kedua pemerintahan ini terbilang bertetangga langsung.

Artinya, satu daratan yang jaraknya pun hanya puluhan kilometer. Jadi, proses pembagian BLT itu, sangat jelas diketahui masyarakat yang menghuni Ibukota Provinsi Kepri ini. Yang pasti, masyarakat kota Tanjungpinang, kini diselimuti segudang tanya, terkait pembagian BLT itu. Mengapa sampai saat ini belum juga ada tanda-tanda pembagian BLT tersebut.

BLT berbentuk lembaran seperti inilah yang selalu dinanti warga.

Seperti yang disampaikan Margono, lelaki yang punya pekerjaan serabutan ini, sangat mengharapkan bantuan BLT itu, “ada apa ya bang ? Kenapa BLT di kota Tanjungpinang belum juga dibagikan. Padahal, di Bintan sudah dua kali malah, “ujar pria berkulit gelap itu di bilangan Batu Sembilan Tanjungpinang.

Dan akhirnya, media ini coba menanyakan permasalahan ini ke Amrialis, Kepala.Dinas Sosial Kota Tanjungpinang melalui layanan WA ke Ponsel nya. Dan mantan Kepala Dinas Perkim kota Tanjungpinang ini menjawab, “saya masih menunggu arahan dari TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah-red) untuk penyalurannya. Sampai saat ini masih menunggu.  untuk jelasnya, tanya langsung ke Setda bro. Ini saya sekarang lagi rapat dengan BPKP di Batam  tentang Bansos, “kata Amrialis melalui Ponsel nya,  (30/06/2020).  (Richard).