Batam Head Line

Dit Resnarkoba Polda Kepri Ungkap Kasus Narkotika Jenis Sabu Disertai Senpi

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes pol Harry Goldenhardt S. SIK. M.Si saat memberi keterangan Pers.

Batam, gebraknusantara.co.id

Satu pucuk Senjata Api (Senpi) jenis Revolver Caliber 38 dan 1.091 gram narkotika jenis Sabu, berhasil diamankan Ditresnarkoba Polda Kepri.

Hal ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si., didampingi oleh Dirresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol Muji Supriadi, SH, S.Ik., MH., dan Wadir Reskrimum Polda kepri AKBP Ruslan Abdul Rasyid, S.Ik., M.H. di Media Center Bid Humas Polda Kepri, Kamis (6/8/20).

Rabu (05/08/2020), sekitar pukul  20.00 Wib, Tim Opsnal Ditresnarkoba Polda Kepri, mendapatkan informasi tentang beredarnya Narkotika jenis sabu di wilayah Batu Aji, Kota Batam.

Barang Bukti (BB), berupa Narkoba Jenis Sabu dan sepucuk Senjata Api jenis Revolver.

Setelah mendapatkan Informasi tersebut Tim langsung bergerak ke lokasi. Saat berada di lokasi, tim berhasil mengamankan dua orang pelaku, dengan Inisial AK dan H. Kedua pelaku ini diduga sebagai Pengedar Narkotika jenis sabu,

“Saat dilakukan penangkapan Inisial AK melakukan perlawanan terhadap Tim Opsnal dengan mengeluarkan sepucuk senjata api revolver caliber 38 dan mengarahkan senpi ini kepada anggota, anggota dengan cepat melakukan penyergapan lalu terjadi pergumulan dan anggota berhasil mengamankan. Sehingga, yang bersangkutan tidak sempat menembakan senjata api yang ia miliki, “jelas Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.

Bersamaan dengan itu, lanjutnya. Tim melakukan penggeledahan terhadap H. Dan ditemukan dua bungkus barang yang diduga Narkotika jenis sabu dan senjata tajam jenis Badik. Kemudian Diketahui bahwa Narkotika jenis sabu tersebut adalah sejenis Tawas dan dari hasil pemeriksaan terhadap AK, ditemukan kartu identitas dari salah satu institusi Negara. Diduga kartu identitas tersebut palsu. Kemudian, kedua tersangka dibawa ke Polda Kepri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, “tutur Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.

“Atas kepemilikkan senjata api oleh AK, telah dilakukan koordinasi dengan Dit Reskrimum Polda Kepri. Untuk dilakukan Ivestigasi. Dan tindaklanjutnya, diserahkan kepada Ditreskrimum Polda Kepri, “ucapnya.

Para tersangka berbaju warna Orange tampak berbaris dengan tangan diborgol.

Tidak berhenti sampai disitu. Selanjutnya, tim Opsnal Ditresnarkoba Polda Kepri yang dipimpin oleh Dirresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol Muji Supriadi, SH, S.Ik., MH, melakukan pengungkapan terhadap kepemilikkan dan peredaran Narkotika jenis sabu. “Tempat kejadian perkara berada diwilayah Sekupang, Kota Batam. Dan tim berhasil mengamankan 1.091 gram Narkotika jenis sabu. Dari  kelima tersangka itu, masing-masing berinisial SB, AQ, N, AA dan SI. Barang bukti tersebut benar, bahwa itu adalah narkotika jenis sabu. Dan sudah dilakukan pemeriksaan dari Labfor Cabang Pekanbaru, “jelas Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.

“Kita prihatin dengan maraknya peredaran dan penyalahgunaan Narkotika diwilayah Kepulauan Riau. Dan lebih membahayakan lagi, para tersangka melengkapi dirinya dengan senjata api. Bersyukur, tim Opsnal kami cukup professional dalam mengamankan pelaku. Sehingga, tidak ada petugas yang terluka” “imbuh Kabid Humas Polda Kepri.

“Tersangka yang kita amankan di wilayah Sekupang ini, modusnya adalah dengan memasukkan Narkotika tersebut kedalam Anus nya. Dan Narkotika jenis sabu tersebut akan dikirim ke Lombok Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Dengan menggunakan Kapal Barang. Dan ke lima orang ini, kita lakukan penangkapan di Pelabuhan Beton Tanjung Riau Kecamatan Sekupang, Kota Batam.
Setiap orangnya memasukan dua paket narkotika jenis sabu kedalam anusnya. Dan untuk modus tersangka pengguna senjata api, adalah tersangka yang sengaja melakukan perampokan terhadap tim Opsnal kami. Dengan menawarkan Narkotika jenis sabu yang diketahui adalah Tawas. Saat kita menyerahkan uang, tersangka langsung menodongkan senjata apinya”. jelas Dirresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol Muji Supriadi, SH, S.Ik., MH.

“Untuk tersangka yang memiliki Narkotika jenis sabu dikenakan Pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (10 Undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman Mati/Pidana Seumur Hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara. Dan untuk tersangka pengguna senjata api, akan terus kita lakukan pemeriksaan dan pendalaman untuk penerapan Pasalnya”. tutup Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si. (***).