Head Line Karimun

Berbagai Keluhan dan Usulan Disampaikan Warga, Ketika Soerya Respationo Berada di Pelosok Desa

Warga menyambut kedatangan Dr. H. Muhammad Soerya Respationo, saat tiba di salah satu desa di Kabupaten Karimun.

Karimun, gebraknusantara.co.id

Kali ini, calon Gubernur Provinsi Kepri, Dr. H. Muhammad Soerya Respationo tiba di tiga desa di Kabupaten Karimun. Meskipun fisik mulai terasa lelah, lantaran banyaknya desa yang dikunjungi, namun semangat tetap terus berkobar.

Jumat (18/09/2020), Calon Gubernur Provinsi Kepri Dr. H. Muhammad Soerya Respationo mengunjungi desa Harjo Sari, desa Bangun Sari dan desa Alur Joko. Cukup banyak keluhan dan permasalahan yang disampaikan warga di tiga desa ini. Bahkan, warga dari tiga desa ini juga memunculkan sebuah rancangan Pilot Projects secara langsung.

 Dr. H. Muhammad Soerya Respationo mendengar satu persatu keluhan warga yang disampaikan.

Seperti yang disampaikan Wahyu Sudibyo. Pria bertubuh langsing ini sangat berharap, jika pasangan Soerya-Iman ini kelak terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kepri, diharapkan agar memperhatikan generasi muda, “ujar warga desa  Harjosari ini.

Dr. H. Muhammad Soerya Respationo bincang-bincang dengan salah seorang tokoh. 

Paling tidak, ada kesempatan untuk mendapatkan peluang kerja seluas-luasnya. Dan meminta agar pasangan SInergi Kepri segera ‘tekan gas’ dalam peningkatan ekonomi. Salah satunya, dengan bekerja secara maksimal agar bisa mendatangkan investor sebanyak-banyaknya di Provinsi Kepri, khususnya Kabupaten  Karimun.

“Oleh karena itu, lanjut Wahyu. Untuk mengimbangi sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang handal, diharapkan, perlu adanya peningkatan kualitas Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada di Karimun. Mengingat, kemajuan zaman dan meningkatnya teknologi yang harus diimbangi, “terangnya.

Suasana tampak penuh keakraban dan kekeluargaan saat berfoto bersama.

Sama halnya dengan Wahyu. Lelaki warga Bangun Sari bernama Ngatno ini, juga punya keluhan. Ngatno berharap agar lahan pertanian yang terbilang luas di desanya, bisa dimanfaatkan secara optimal. Soalnya, saat ini hasil produksi para petani, belum bisa mencukupi kuota untuk pemenuhan kebutuhan di Karimun. Sehingga, sayur-mayur yang di beredar desanya, datang dari luar daerah.

“Selain itu, tidak ada tempat untuk memasarkan hasil pertanian kami. Akhirnya, para petani di desa ini melakukan pemasaran secara mandiri. Tentu saja hasil yang didapat tidak sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu, kami sangat membutuhkan wadah dan modal. Untuk bisa memasarkan hasil pertanian diluar Karimun. Dan perekonomian masyarakat pun bisa meningkat, “jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Joko. Warga Alur ini mengaku punya lahan sekitar satu hektar. Tapi sampai saat ini belum bisa dimanfaatkan. Soalnya, Joko bercita-cita ingin agar lahannya dijadikan kawasan yang produktif. Artinya, banyak pilihan untuk membuka usaha di lahannya. Seperti menjadikannya sebuah kawasan wisata alam, Peternakan, Pertanian, Kuliner ataupun Edukasi Alam.

“Dengan tercapai dan terealisasi hal ini, setidaknya bisa menciptakan Kepri lebih Ber-SInergi lagi. Visi dan Misi kami adalah, bagaimana desa-desa di Harjo Sari menjadi desa percontohan untuk yang lainnya. Namun demikian, hal ini tentunya bisa terwujud jika kita Ber-SINERGI untuk memenangkan Romo Soerya Respationo dan Iman Sutiawan. Hidup SInergi!!, “tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Soerya Respationo menyambut baik masukan dan usulan yang disampaikan oleh ketiga warga itu.

“Apa yang disampaikan tadi, sudah kami ‘rekam’. Dan insya allah, jika kita diberikan amanah, nantinya akan kita laksanakan. Terlebih lagi, apa yang disampaikan tadi. Ada sebuah Pilot Projects yang harus dilakukan untuk menjadi contoh di daerah lain. Jadi, saat ini saya sampaikan terimakasih atas  masukan yang diberikan, “tutupnya. (***).

Add Comment

Click here to post a comment