Komisi III DPRD Provinsi Kepri Sidak Kelistrikan di Permukiman Warga Kurang Mampu dan 3T

Rombongan Komisi III DPRD Provinsi Kepri meninjau satu persatu rumah warga yang belum teraliri listrik.

Karimun, gebraknusantara.co.id

Listrik, merupakan bagian dari  kebutuhan pokok bagi  masyarakat yang bermukim di perkotaan. Sama halnya dengan masyarakat yang tinggal di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Sayangnya, masih banyak masyarakat di daerah ini yang belum mendapatkan aliran listrik ke rumahnya sebagai alat penerangan.

Bahkan tercatat, hampir 1,5 juta rumah tangga di seluruh Indonesia belum bisa menikmati aliran listrik. Hal tersebut terjadi lantaran letak pemukiman yang jauh di pelosok. Sehingga, sulit dijangkau oleh jaringan listrik  PLN.

Bahkan, tak sedikit masyarakat  yang bermukim di pulau-pulau Terluar, Tertinggal dan Terdepan. Dengan istilah (3T) yang belum menikmatinya. Namun, pemerintah bersama berbagai pihak terus berupaya untuk meningkatkan jaringan listrik sampai ke tempat-tempat seperti itu. Agar masyarakat yang tinggal di daerah 3T, bisa menikmatinya.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Riau Widiastadi Nugroho bersama rombongan  saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), ke sejumlah tempat di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri beberapa waktu lalu.

Rombongan berfoto bersama warga Sei Lakam Barat, Kecamatan Karimun. 

Rombongan Komisi III yang berkunjung ke daerah tersebut diantaranya, Surya Sardi, Nyanyang Haris P, Yudi Kurnain, dan Samadin Sinaga. Tiba di daerah itu, rombongan melihat langsung kondisi penerangan listrik di Kelurahan Sei Lakam Barat, Kecamatan Karimun. Sebagian besar masyarakat di desa ini memang belum teraliri jaringan listrik.

“Masalah yang dihadapi saat ini, bukan hanya jumlah pembangkitnya yang tidak seimbang dan jaringan transmisi serta distribusi yang sedang dibangun, melainkan kemiskinan dan pertambahan konsumen atau rumah baru setiap tahunnya, “jelasnya.

Untuk itu, rombongan Komisi III DPRD Provinsi Kepri, akan fokus dan konsisten memperjuangkannya. Agar kondisi masyarakat di kawasan yang masuk dalam kategori 3T itu, bisa dibawa teratasi.

“Kita akan berkoordinasi dengan lintas sektoral. Pada intinya, dari hasil sidak ini banyak melihat dan menerima masukan serta keluhan dari warga. Dan ini yang akan menjadi bekal kita, “jelasnya. (***).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here