Terkesan Tak Bertanggungjawab, Kades Palmata Tabrak Pengendara Sepeda Motor di Tanjungpinang

Awaludin, Kepala Desa Palmatak Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA). 

Tanjungpinang,  gebraknusntara.co.id

Menindaklanjuti pekerjaan sehari-harinya, seorang karyawan bernama Fazlan (19th), yang bekerja di salah satu perusahaan Jaringan Internet (Indihome) di kota Tanjungpinang, harus berada di jalan raya. Karena, memang Alan (sapaan akrab-red)  ditempatkan di bagian transportasi. Dan selama pekerjaan itu dilakoninya, selalu aman-aman saja.

Tapi sore itu, nasib berkata lain. Saat Alan berkendara di jalan raya, justru mendapat kecelakaan. Alan bertabrakan dengan sebuah mobil, dan mengalami patah tulang Belikat. Sepeda motor yang ditungganginya pun ringsek. Kecelakaan itu terjadi di tanjakan Dokabu Batu 4 (Lampu merah Pamedan) Tanjungpinang Sabtu (14/11/2020). Seketika itu juga Fazlan dibawa ke rumah sakit.

Menurut penjelasan orang tua Fazlan, mobil yang menabrak berwarna hitam, merek Toyota Rush. Dan Nomor Polisinya (Nopol) BP 1003 S, warna merah (mobil dinas-red).

Kronologisnya, Setelah Alan terjatuh, pak sopir pun turun dari mobil untuk menolong Fazlan. Singkat cerita, Fazlan langsung dibawa ke Rumah Sakit. Sesuai diagnosa tim medis saat itu, Fazlan ternyata mengalami Patah Tulang Belikat sebelah kanan. Dan tim medis langsung meminta restu dari kedua orang tua Fazlan, agar anaknya langsung ditangani (dioperasi-red).

Namun, pak sopir mendadak komplain atas ajakan tim medis. Pak sopir saat itu menyarankan, agar Fazlan dibawa ke Shinse saja. Dan ajakan pak sopir pun dituruti. Dengan harapan, agar segala biaya perobatan ditanggung oleh pak sopir.

Berbalut perasaan panik dan kalut, kedua orang tua Fazlan membawa anaknya yang sedang merintih kesakitan menuju tempat perobatan Shinse. Dan diwaktu yang sama, pak sopir beranjak meninggalkan Fazlan dan orangtuanya.

Esok harinya, kedua orang tua Fazlan mulai menghubungi pak sopir. Guna keperluan biaya untuk membeli obat buat Fazlan. Sekaligus ingin tau, siapa sebenarnya pak sopir yang mengendarai mobil dinas itu.

Tak pelak. Kedua orang tua Fazlan mendadak kaget setelah mendengar status pak sopir. Ternyata pak sopir adalah seorang Kepala Desa (Kades) di Desa Palmatak Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA). Kades tersebut bernama Awaludin.

Herannya, ketika dihubungi esok harinya, justru ponsel pak Kades tak bisa lagi dihubungi. Meskipun dilakukan berulang-ulang. Tapi tetap tak bisa tersambung.

Alih-alih, nomor ponsel kedua orang tua Fazlan telah diblokir oleh pak Kades. Makanya tak bisa tersambung, “Wah . . . Gimana pak Kades ini ya . . . Kayaknya dia mau main-main. Jelas-jelas ini persoalan serius. Koq hp nya malah tak bisa dihubungi. Kayaknya nomor hp kami sudah diblokir, “ucap orangtuanya kepada media ini (26/11/2020).

Memang, kata orangtuanya melanjutkan. Kemarin ada seorang lelaki yang mengaku temannya pak Kades datang menemui kami. Lelaki tersebut mengatakan, ada titipan uang dari pak Kades sebesar 500 ribu rupiah untuk biaya perobatan, “beber orangtuanya.

Melihat perilaku Awaludin, yang menjabat sebagai Kepala Desa di KKA itu terkesan menghindar dari tanggungjawab, akhirnya dilakukan konfirmasi kepada Syahtiar, Sekda Anambas melalui layanan WA ke ponsel nya (26/11/2020).

Sayangnya, pak Sekda justru tidak mengetahui kejadian tersebut, “Maaf pak saya baru mendengar berita ini pak, nanti kita coba tanyakan pak prihal ini, “jawab pak Sekda melalui layanan WA.

Sementara, ketika pak Kades dikonfirmasi melalui layanan WA, terkait insiden itu, hanya bisa  mengarahkan media ini kepada seseorang, “Siang pak. Maaf bapak hubungi nomor ini saja, 0821-7867-5xxx, beliau nanti bisa menjelaskan ke bapak, “jawab Awaludin melalui layanan WA nya (27/11/2020).

Jika diamati, pantaskah seorang Kepala Desa menggunakan mobil dinas milik Pemerintah Kabupaten, ketika berada di luar daerah ? Bukan hanya itu. Dimana nurani seorang Kepala Desa yang tega membiarkan keluarga korban menanggung semua pembiayaan ? Walahualam . . . . . ! ? (Richard).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here