Kemana Dana Perawatan Bangunan di Pantai Dugong Trikora Kabupaten Bintan ? ? ?

Drs. Wan Rudy Iskandar, MM, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau

Bintan, gebraknusantara.co.id

Kawasan rekreasi Pantai Trikora di Kecamatan Gunung Kijang Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), sejak lama telah dikenal dengan keindahan pasir putihnya yang memanjang sejauh mata memandang, serta bebatuan besar yang banyak ditemui, menambah keindahan lokasi wisata ini. Bahkan, sampai saat ini masih menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Bintan.

Salah satu bangunan diperuntukkan sebagai Kios, pintunya kini telah porak-poranda. 

Bukan hanya itu. Pemerintah Daerah (Pemkab) Bintan pun telah pula menyisihkan anggaran APBD nya untuk mempercantik pantai yang diberi nama Pantai Dugong itu. Lahan seluas 40.000 meter persegi yang cukup lama terbiar sebagai semak belukar, telah disulap menjadi tempat rekreasi yang tertata. Berbagai sarana dibangun.

Inilah kondisi tiang Shower (tempat mandi) yang dibangun di tempat terbuka. Tapi tak ada air nya.

Seperti 11 buah Gazebo (Padepokan-red) yang dibangun untuk memanjakan wisatawan yang berkunjung ke tempat ini. Selain itu, masih ada bangunan lainnya. Gedung yang diperuntukkan sebagai panggung yang bisa digunakan pengunjung ketika datang ke tempat ini. Ada juga Toilet yang dibangun didua tempat. Dan gedung Dive Centre, beberapa Kios serta Mushola.

Sayangnya, bangunan permanen yang menghabiskan uang rakyat itu, kini tampak tak terawat. Sebagian besar kondisi  bangunan tampak mulai rusak.  Ada juga sarana untuk mandi (Shower-red) sengaja dibangun di tempat terbuka. Tapi, empat buah tiang Shower itu justru tak bisa mengeluarkan air walau setetes lantaran tak terawat. Jika diamati, kondisi bangunan di lokasi ini memang sangat memprihatinkan.

Apit, yang mengaku petugas jaga di lokasi tersebut, coba ditemui di lokasi. Guna meminta keterangan terkait kondisi Pantai Dugong yang sangat memprihatinkan itu. Apit mengaku, sudah berulang kali dirinya mengajukan permohonan ke Pemda, terkait kondisi Pantai Dugong yang mulai rusak itu. Tapi sepertinya kurang direspon.

“Iya pak, saya yang menjaga lokasi Pantai Dugong ini. Sejak tahun 2002 saya sudah ditugaskan disini. Lokasi Ini dikelola oleh dinas Pariwisata Bintan. Saya memang Honor di dinas itu. Meskipun sudah 19 tahun saya mengabdi, namun  tetap saja masih honor. Tapi saya tetap semangat menjalankan tugas yang diberikan, “beber Apit di rumahnya di lokasi Pantai Dugong. (25/04/2021).

Sebenarnya, lanjut Apit. Saya sudah berulangkali memohon ke Pemda agar diperbaiki semua sarana yang sudah rusak ini. Tapi kayaknya kurang direspon bang, “sebut Apit didampingi istrinya.

Di lokasi yang sama, salah seorang pengunjung datang dari kota Tanjungpinang mengatakan, bahwa lokasi pantai Dugong ini memang bagus. Sayangnya, kurang dirawat,

“Kami dari Pinang bang. Datang kesini sekeluarga. Tujuan kami memang mau berekreasi. Kami lihat Pantai Dugong ini bagus. Ada Gazebo, ada Toilet yang dibangun permanen dan sarana lainnya. Tapi kayaknya semua bangunan ini tidak dirawat ya bang. Lihat aja bangunannya, udah pada rusak, “paparnya.

Dilihat dari kondisi bangunan yang tampak mulai porak-poranda, sepertinya dana perawatan untuk lokasi tersebut, belok arah. Lalu dibawa kemana dana perawatan yang seyogianya diperuntukkan merawat sarana wisata tersebut.

Ditempat terpisah, Wan Rudy, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan ditemui dikantornya, guna konfirmasi. Menurut Wan, (sapaan akrab-red), saat ini Pemkab Bintan sedang tak ada dana untuk merawat semua sarana yang ada di tempat itu.

“Saya rasa semua sarana yang ada di Pantai Dugong itu masih bisa dipakailah, “sebutnya santai (26/04/2021). Tapi, ketika diperlihatkan sejumlah foto terkait kondisi bangunan yang ada, Kadis Pariwisata inipun tampak melemah.

Dikatakannya lagi. Kalau dilihat dari semua foto-foto ini, itukan tinggal perawatan saja. Cuma, saat ini Pemkab Bintan sedang tak ada anggaran. Semua Anggaran yang ada sudah dipotong. Bahkan pemotongannya, sampai 74%. Jadi, biaya untuk merehabilitasinya memang tak ada, “tutur Wan Rudy di ruang kerjanya.

Padahal, jika semua bangunan diberi perawatan sesuai kebutuhannya, tentu wisatawan akan lebih banyak yang datang. Dan akan  mendatangkan Retribusi bagi daerah. Selain itu, bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun apa hendak dikata ? ? ? (Richard/Maniur).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here