Budidaya Ikan Kakap Merah Bernilai Ekonomis Tinggi

Arinda Roriana Bagariang. Mahasiswi Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang.

Tanjungpinang, gebraknusantara.co.id

Kakap Merah (Lutjanus bitaeniatus), merupakan jenis ikan laut yang hidup secara berkelompok di dasar terumbu karang. Ciri tubuhnya bulat pipih dengan sirip memanjang di punggung.

Ikan Kakap Merah merupakan jenis Ikan Kakap yang paling banyak dijumpai di Indonesia. Adapun jenis ikan kakap yang lain yang banyak dijumpai adalah Kakap Kuning, Kakap Kitam, dan lain-lain.

Rata-rata ukuran berat dari jenis kakap merah adalah 4-10 kg. Dan bobotnya bisa mencapai ukuran lebih dari 20 kg. Untuk rekor dunia yang telah tercatat, Ikan Kakap Merah dapat mencapai berat 25 kg atau 50 pon. Jenis kakap yang satu ini bisa kita jumpai di banyak laut di dunia. Ikan Kakap merah tergolong ikan demersal, umumnya hidup pada kedalaman 60 meter.

Ikan Kakap Merah merupakan  fauna khas Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Selain di daerah Kepulauan Riau, Ikan Kakap Merah juga tersebar hampir di seluruh perairan pantai Indonesia. Penyebaran Kakap Merah arah ke Utara mencapai Teluk Benggala, Teluk Siam, sepanjang pantai Laut Cina Selatan serta Filipina. Penyebaran arah ke selatan mencapai perairan tropis Australia, arah ke barat hingga Afrika Selatan dan perairan tropis Atlantik Amerika. Sedangkan arah ke Timur mencapai pulau-pulau di Samudera Pasifik (Direktorat Jenderal Perikanan,1983 dalam Baskoro et al. 2004).

Banyak yang belum mengetahui, ternyata Ikan Kakap Merah merupakan fauna khas Provinsi Kepulauan Riau.

Menurut Djamal dan Marzuki (1992), daerah penyebaran Kakap Merah hampir di seluruh Perairan Laut Jawa. Mulai dari Perairan Bawean, Kepulauan Karimun Jawa, Selat Sunda, Selatan Jawa, Timur dan Barat Kalimantan, Perairan Sulawesi, Kepulauan Riau.

Gambar Ikan Kakap Merah.

Ikan Kakap Merah banyak dimanfaatkan untuk dikomsumsi. Karena dagingnya yang tebal, putih, empuk, dan gurih. Ketika mengkonsumsi Kakap Merah, sebaiknya yang masih berukuran medium. Karena pada Kakap yang berukuran besar, kebanyakan beresiko mengandung logam berat bermerkuri dalam kadar tinggi. Kakap Merah memiliki kandungan gizi per 100 gram yaitu Protein 20 gram, lemak 7 gram, kalsium 20 gram, fosfor 20 mg, vitamin 9 mg, besi 1 mg, dan air 77 mg.

Ikan Kakap memiliki laju pertumbuhan yang lebih tinggi dari pada ikan laut lainnya. Jenis ikan seperti inilah yang dapat menjadi komoditas perikanan yang memiliki prospek pendukung budidaya di masa datang.

Ikan Kakap Merah memiliki nilai ekonomis tinggi. Pada ukuran konsumsi, harga ikan kakap merah di pasar internasional 5,50-18,10 US$ (Sugama dan Priono, 2003). Di pasar lokal harganya cukup bervariasi antar daerah. Di Jawa Barat misalnya, harga Ikan Kakap Merah mencapai Rp 35.000/kg (Yasad, 2011). Sedangkan di Lampung dapat mencapai Rp 40.000-50.000/kg (berita.manadotoday.com, 2011).

Ikan ini dapat dipasarkan dalam keadaan hidup maupun dalam bentuk fillet (Sarwono et al., 1999). Tingginya permintaan pasar, berimbas terhadap peningkatan penangkapan ikan Kakap Merah dari tahun ke tahun (Marzuki dan Djamal, 1992). Jenis Ikan Kakap Merah yang umum tertangkap adalah Lutjanus malabaricus, L.johni, L. sanguineus, dan L.sebae (Badrudin dan Barus, 1989).

Nah, bagaimana teman-teman semua ? Apakah kalian tertarik untuk membudidayakan Ikan Kakap Merah ini ? Sangat mengejutkan bukan ? Ikan yang merupakan fauna khas Kepulauan Riau ini, ternyata memiliki  nilai ekonomis yang tinggi. Untuk teman-teman yang memiliki keinginan membudidayakan Ikan Kakap Merah, jangan lupa harus terus memperhatikan kelestarian Ikan Kakap Merah ini. Agar populasi Ikan Kakap Merah ini tidak habis. Dan anak cucu kita juga dapat merasakan  budidaya ikan yang bernilai ekonomis tinggi ini.

Nama : Arinda Roriana Bagariang.

Nim: 2002010010.

Universitas Maritim Raja Ali Haji.

Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here