Morfologi Populasi Ikan Teri (Stolephorus) Di Kepulauan Riau

Enjellika Rosiana. Mahasiswi Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang.

Tanjungpinang, gebraknusantara.co.id

Ikan teri merupakan ikan yang cukup familiar di Indonesia. Jenis ikan yang satu ini, umumnya berasal dari famili Engraulidae. Ikan teri banyak ditemukan diperairan pelagis kecil. Biasanya, dimanfaatkan sebagai ikan konsumsi dengan harga jual yang terjangkau.

Selain dinamakan ikan teri, masyarakat Kepulauan Riau (Kepri) menyebutnya ikan Bilis.  Dengan ciri-ciri, memiliki bentuk tubuh silindris atau bulat memanjang. Bagian perutnya berbentuk bulat. Bagian kepalanya berukuran pendek.  Sedangkan mulut terlihat jelas dan bentuknya  runcing. Pada mulutnya terdapat sayatan di bagian agak ke dalam hingga ke belakang mata, memiliki gigi taring runcing. Berfungsi untuk memangsa makanan. Letak anusnya cenderung lebih ke
belakang. Warna ikan Bilis beragam sesuai jenisnya. Mulai dari tidak berwarna, agak keperakan hingga agak kemerahan. Ukuran
tubuhnya, mulai dari 1 cm sampai 5 cm. Namun, ada juga jenis teri dari family Engraulidae.  Panjangnya bisa mencapai 23 cm. Ikan teri juga memiliki lambung. Panjang ususnya, sama atau lebih pendek dari panjang tubuhnya.

Ikan teri hidup di perairan pesisir seperti di Provinsi Kepulauan Riau.
Di Kepulauan Riau sendiri terdapat banyak daerah dengan perairan pesisir pelagis kecil. Salah satunya di Kabupaten Lingga dan pulau-pulau kecil lainnya. Populasi ikan teri di Kepulauan Riau masih sangat terjaga dan banyak. Ikan teri merupakan sumberdaya yang dapat diperbaharui.

Hal ini berarti, jika sumberdaya ikan diambil sebagian, maka ikan yang tersisa memiliki kemampuan untuk memperbaharui dirinya dengan berkembang biak.

Berdasarkan hasil indentifikasi sumber daya ikan pelagis kecil yang dilakukan di Provinsi Kepulauan Riau, jumlahnya mencapai 506.025.30 ton/tahun. Dengan adanya populasi ikan teri yang
melimpah di Kepulauan Riau sangat mendukung dan membantu perekonomian masyarakat setempat. Sebagai salah satu jenis ikan ekonomis penting. Ikan teri dapat ditemukan dalam jumlah besar di suatu perairan, jika kondisi lingkungan perairan tersebut sesuai dengan kebutuhan hidupnya. Dan memiliki ketersediaan makanan yang memadai. Masyarakat di daerah setempat biasanya menggunakan alat tangkap seperti perahu dan jaring yang bersifat aktif. Secara terus menerus, selalu diupayakan untuk meningkatkan produksi yang tinggi, agar penangkapannya dapat berlangsung terus. Selain itu, kelestariannya juga harus tetap dipertahankan. Dan juga  diperlukan upaya pengelolaan yang baik terhadap sumberdaya ikan teri. Sedangkan untuk meminimalkan permasalahan stok populasi, khususnya di Provinsi Kepulauan Riau di masa yang akan datang.

Yukk . . . Ikut berperan dalam pengembangan populasi dan produksi Ikan Teri di Kepulauan Riau.

Nama : Enjellika Rosiana
NIM : 2002010002
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here