Terumbu Mati, Ikan Pergi

Intan Suraya, Mahasiswi Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang.

 

Tanjungpinang, gebraknusantara.co.id

Ikan adalah segala jenis organisme dan seluruh atau sebagian dari siklus hidupnya berada di lingkungan perairan. Ciri khas ikan adalah kelompok hewan yang berdarah dingin. Suhu tubuhnya berfluktuasi sesuai dengan suhu lingkungan. Memiliki tulang belakang (vertebrata). Memiliki insang untuk bernafas. Memiiki sirip untuk pergerakan dan kesetimbangan badannya. Dan hidup di air sebagai medium atau tempat tinggal. Ikan memiliki nilai ekonomis untuk memenuhi kebutuhan para nelayan. Maka kita harus menjaga kelestarian laut. Seperti menjaga karang-karang dan ikan-ikan yang ada di laut. Sehingga, sumber daya ekonomi laut kita terjaga dan melimpah.

Terumbu karang adalah bagian dari fondasi rantai makanan laut. Hampir separuh ikan yang menjadi sumber pangan menghuni gugusan karang yang di bentuk oleh binatang terebut.

Miliaran orang di seluruh dunia, bahkan diperkirakan di Asia saja terdapat satu miliar orang yang menggantungkan hasil laut sebagai sumber pangan dan kehidupan mereka. Jika terumbu karang musnah, para pakar memperkirakan tinggal tunggu waktu saja dunia akan dilanda kelaparan, kemiskinan dan ketidakstabilan politik.

Banyak studi memprediksi terumbu karang di seluruh dunia tengah menuju kepunahan. Terutama disebabkan oleh pemanasan global. Namun beragam aktifitas manusia, seperti penggunaan kapal pukat yang menyapu dasar laut sampai perdagangan internasional perhiasan dan sukenir yang terbuat dari koral juga memperparah kondisi terumbu karang di dunia.

Beraneka warna dan bentuk. Terumbu karang bukanlah batu tak bernyawa. Mereka terbentuk dari puluhan hingga ratusan mahkluk hidup yang mengeluarkan cangkang luar dari kalsium karbonat yang keras. Begitu binatang itu mati, struktur batuan itu pun perlahan terkikis. Hilangnya terumbu karang akan membuat ikan kehilangan tempat untuk berkembang biak dan mencari makan. Jika terumbu karang mati, ikan kakap maupun kerapu yang biasa kita makan pun akan tinggal kenangan.

Bahkan, Tiram dan banyak binatang lainnya yang amat penting bagi sumber pangan manusia juga akan menderita. Pada akhirnya, industry perikanan juga bakal gagal memenuhi permintaan akan ikan dan bahan pangan dari laut lainnya. Bukan hanya bencana kelaparan, matinya terumbu karang juga akan menghantam perekonomian banyak negara.

Banyak negara yang hampir separuh adalah sumber bahan baku industri farmasi untuk mengembangkan obat kanker arthritis dan virus. Jika dunia tanpa terumbu karang, tak terbayangkan bagaimana jadinya.

Ekosistem terumbu karang merupakan ekosistem yang berada di perairan laut dangkal yang masih terkena pengaruh sinar matahari. Peranan terumbu karang sangat penting bagi ekosistem dan juga bagi manusia yang menggantungkan hidupnya pada ekosistem ini. Seperti untuk area penangkapan maupun kegiatan pariwisata.

Ekosistem terumbu karang sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan laut. Seperti tingkat kejernihan air, arus, salinitas dan suhu. Tingkat kejernihan air dipengaruhi oleh partikel tersuspeni, antara lain akibat dari pelumpuran. Dan ini akan berpengaruh terhadap jumlah cahaya yang masuk kedalam laut. Sementara cahaya sangat diperlukan oleh zooxantnella yang fotosintetik dan hadir didalam jaringan tubuh binatang pembentuk terumbu karang.

Tingginya produktivitas primer di perairan terumbu karang, memungkinkan perairan ini sering menjadi tempat pemijahan (Spaurning Ground). pengasuhan (Nursery Ground) dan mencari makan (Feeding Ground) bagi berbagai jenis ikan dan invertebrata. Kondisi ini menyebabkan tingginya produktivitas sekunder dan perikanan. Seperti jenis-jenis ikan, udang, okafus, cumi-cumi dan kerang-kerangan.

Selain ikan karang, penyu juga banyak dijumpai di terumbu karang dan ditangkap oleh nelayan setelah melepaskan telur-telurnya atau sering kali dibunuh. Baik untuk diambil dagingnya ataupun cangkangnya sebagai hiasan. Terumbu karang yang sehat adalah tempat yang sangat bising, gemeretak, udang yang pecah dan ramai serta geraman ikan bergabung untuk membentuk pemandangan biologis yang menakjubkan.

Ikan-ikan mudah mengasah suara-suara ini, ketika mereka sedang mencari tempat untuk menetap. Cara mengatasi kerusakan terumbu karang dapat dilakukan dengan melakukan rehabilitas aktif. Seperti meningkatkan populasi yang berasal dari aktivitas manusia. Baik secara langsung maupun tak langsung .

Suatu pengaruh langsung dari aktivitas manusia yang cukup parah berasal dari eksploitasi hasil-hasil perikanan dengan menggunakan metode-metode yang sangat merusak. Seperti penggunaan dinamit, racun atau dengan trauling. Sedangkan aktivitas manusia secara tidak langsung seperti peningkatan pembangunan di wilayah pesisir secara tidak terkendali. Aktivitas pertanian dan polusi perairan. Kerusakan pada sistem-sistem terumbu karang tentunya akan berdampak besar terhadap sumber daya perikanan terumbu karang dalam jangka waktu yang lama. Karena hilangnya sumber makanan, tempat berlindung dan tempat memijah.

Kebinasaan ikan atau kematian ikan adalah gejala kematian populasi ikan dan hewan laut pada umumnya secara local. Penyebab utama adalah kurangnya oksigen didalam air yang dapat terjadi karena berbagai hal seperti kekeringan , ledakan alga , populasi berlebih. Atau peningkatan temperatur air.

Penyakit dan parasit ikan juga mampu menyebabkan kebinasaan ikan. Keracunan akibat pencernaan air juga dapat terjadi penyebab namun jarang terjadi . Kebinasaan ikan dapat menjadi gejala awal dari tekanan terhadap kualitas lingkungan berbagai spesies ikan memiliki toleransi yang begitu rendah terhadap perubahan kondisi lingkungan dan kematian ikan-ikan tersebut dapat menjadi indikator masalah lingkungan di habitat mereka.

Lingkungan tempat mereka tinggal juga memiliki hubungan secara langsung maupun tidak langsung dengan sumber daya alam yang terkait dengan manusia seperti air minum dan juga terkait dengan kehidupan hewan dan tumbuhan lainnya. Pencemaran dan kerusakan lingkungan dapat berpengaruh pada organisme pada jenjang usia tertentu dengan larfa ikan lebih rentan.

Nama : INTAN SURAYA_2002010007

Prodi : Ilmu Kelautan
Fakultas : Ilmu Kelautan dan Perikanan
Universitas Maritim Raja Ali Haji
No HP : 085766038318

Produk nasionalnya berasal dari para pendatang dan wisatawan yang mencari pengalaman bawah laut Karibia yang kaya akan terumbu karang. Orang dari seluruh dunia harus menanggung dampak bila terumbu karang musnah.  Pasalnya, beberapa jenis spesies koral dan organisme laut yang menggantungkan kehidupannya pada terumbu karang, mengurai alga yang hidup bebas, serta meningkatkan ikan-ikan karang. Jadi, terumbu karang sangat berarti secara ekonomi pada perikanan daerah tropis dengan kekayaan sumber daya perikanannya baik dalam skala kualitas maupun kuantitas, telah menyebabkan ekosistem. Dan ini mengalami degradasi yang cukup serius pada hampir seluruh kawasan di dunia yang memiliki terumbu karang . Tekanan atau degradasi sumber daya terumbu karang sebagian besar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here