Penimbun Hutan Bakau di Tokojo Itu Harus Ditindak

Kondisi hutan Bakau yang digerus dan ditimbun oleh seorang pengusaha di kota Kijang Kabupaten Bintan. 

Bintan, gebraknusantara.co.id

Aksi penimbunan lahan Bakau di Kampung Tokojo Kecamatan Bintan Timur Kabupaten Bintan,  yang muncul di media ini kemarin, kini jadi gunjingan hangat ditengah-tengah masyarakat. Bahkan, tak sedikit yang mengupat perbuatan pengusaha itu.

Bukan hanya itu. Ada juga yang berceloteh, “sepertinya pengusaha yang satu ini merasa kebal hukum. Dia lupa, bahwa Presiden RI saja rela turun ke dalam air untuk menanam pohon Bakau, ketika berkunjung ke Batam pekan lalu. Inikan membuktikan, kalau hutan Bakau harus dijaga dan dipelihara, “kata seorang pria yang sedang ngobrol bersama rekannya di salah satu warung kopi di bilangan Bintan Centre Tanjungpinang (07/10/2021).

Celoteh pegiat kopi ini memang diakui, bahwa Joko Widodo, Presiden RI berkunjung ke Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), khususnya ke kota Batam pada Selasa (28/09/2021) lalu. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah menanam pohon Bakau diatas lahan seluas 15 hektar di Kelurahan Setokok Kecamatan Bulang, Kota Batam.  Direncanakan, sebanyak 49500 batang pohon Bakau yang akan ditanam.

Kunjungan tersebut didampingi Menteri Lingkungan Hidup RI dan Mensesneg. Kehadiran Presiden dan rombongan disambut oleh Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad. Selain Gubernur, Pangkogabwilhan 1, Pangdam I Bukit Barisan, Kapolda Kepri serta Danrem 033/WP turut menyambut kedatangan Jokowi dan rombongan.

Keseriusan melindungi tanaman Bakau dibuktikan, ketika Presiden RI turun langsung menanamnya. 

Jika diamati keseriusan negara dalam melakukan pelestarian hutan Bakau (Mangrove) di negeri ini, seyogianya masyarakat juga terpanggil untuk ikut menjaga dan merawatnya. Namun, sepertinya berbeda dengan apa yang dilakukan pengusaha pabrik Es benama Kambing ini. Justru pengusaha yang satu ini berani  menimbun tanaman Bakau sampai ribuan meter luasnya.

Dampaknya, selain merusak ekosystem, pengusaha ini juga telah memusnahkan Biota laut serta mengganggu ribuan species hewan yang hidup di pohon Bakau tersebut.

Mendadak Berhenti

Pantauan media ini di lokasi penimbunan (09/01/2021) kemarin, situasi tampak hening. Tak ada kegiatan sama sekali. Padahal, sesumbar media ini mendengar, ada yang mengaku-ngaku, kalau aktivitas penimbunan itu telah memiliki UKL-UPL. Kalau memang telah punya izin, mengapa kegiatannya mendadak dihentikan ?

Untuk itu, diminta kepada pihak penegak hukum, agar segera menindaknya. Hal ini dilakukan agar pengusaha itu  mempertanggungjawabkan apa yang diperbuatnya. (Richard).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here