Ada Tambang Liar Di Seputar Pemukiman Warga

0
145

IMG 20210410 120302 compress0 scaled

Bintan, gebraknusantara.co.id

Belum pupus dari ingatan, ketika Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang memberi hukuman cukup berat kepada 12 orang pelaku tambang liar di daerah ini. Tapi, belakangan justru ditemukan lagi aktivitas tambang liar yang beroperasi sangat dekat  dengan pemukiman warga.

Pelaku tambang liar yang satu ini tampak begitu bersemangat  menggerus material Batu Granit dan Tanah Uruk dari lahan berbukit di Kampung Kolam Renang, RT-003/RW-001, Kelurahan Kijang Kota Kecamatan Bintan Timur Kabupaten Bintan.

Bukit kecil yang letaknya berdekatan dengan rumah warga itu, saat ini sedang ditambang oleh salah seorang pengusaha di wilayah itu. Bahkan informasi yang didapat, kegiatan ilegal itu telah beroperasi selama sebulan.  Dan setiap hari, ratusan kubik material yang digali diangkut keluar lokasi untuk dipasarkan ke sejumlah tempat.

Ternyata, lahan tersebut milik warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi tambang. Ketika pemilik lahan berinisial W dikonfirmasi melalui ponsel nya, dengan polos mengakui semua kegiatan itu. Meski sedikit berkelit, kalau material yang diangkut keluar lokasi, hanya untuk membantu siapa saja yang memerlukannya,

“Kebetulan bukit itukan ada batunya. Jadi, bagi teman-teman yang memerlukannya, saya kasi. Kalo soal izin, itu memang nggak ada. Tapi nantilah saya kasi tau sama yang punya Alat Beratnya, “kata pemilik lahan berinisial W itu polos, (10/04/2021).

Sementara, menurut penjelasan Nara Sumber, untuk jenis Batu Granit, pemilik lahan mendapatkan hasil penjualan sebesar Rp. 50.000,- per kubik. Sedangkan untuk Tanah Uruk, pemilik lahan menikmati hasil penjualan sebesar Rp. 10.000,- per kubik,

“Yang saya tau, pemilik lahan mendapatkan lima puluh ribu rupiah per kubik dari hasil penjualan Batu Granit. Sedangkan untuk Tanah Uruk, pemilik lahan mendapatkan sepuluh ribu rupiah per kubik, “sebut Nara sumber yang enggan menyebutkan jati dirinya di bilangan Kijang Kota (09/04/2021).

Berhubung hari libur, belum bisa dilakukan konfirmasi ke pihak Kecamatan, terkait perizinan yang dikantongi pelaku tambang tersebut.

Jika diamati, kegiatan itu memang jelas-jelas telah menabrak aturan yang ada. Untuk itu, diminta kepada pihak-pihak yang berkompeten agar segera mengambil tindakan. (Richard).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini