Alamaaak . . . ! ! Peredaran Rokok Noncukai Merek H&D Masih Beredar Bebas di Kepri

0
26

Kepri, gebraknusantara.co.id

Dalam beberapa tahun terakhir ini, rokok noncukai yang jelas tak memberi kontribusi kepada negara, tampak semakin menguasai peredaran rokok di pasaran. Padahal, pemerintah masih terus berupaya untuk mengurangi jumlah perokok.

IMG 20220623 170845 compress41

Sampai-sampai, berbagai bentuk gambar yang menyeramkan pun, dipajang disetiap kemasan rokok, agar setiap perokok merasa takut terus-terusan merokok jika melihat gambar tersebut. Tapi kenyataan berkata lain.

Jadi, sekuat apapun upaya pemerintah mengurangi jumlah  pecandu rokok di negeri ini, sepertinya hanya sebatas isapan jempol. Justru semakin hari kelihatannya malah semakin bertambah.

Diperkirakan, hal ini terjadi lantaran tak diimbangi dengan pengawasan serius terhadap peredaran rokok di pasaran. Khususnya rokok noncukai. Parahnya lagi, rokok noncukai justru saat ini tampak menguasai sebagian besar pemasaran rokok. Pasalnya, rokok noncukai memang digandrungi sebagian besar perokok lantaran harganya terjangkau.

IMG 20211012 163718 compress56

Hal ini terbilang wajar, karena produsen rokok noncukai tak terbebani membayar Pajak,  kepada negara. Membuat rokok tersebut laris-manis di pasaran. Lalu bagaimana dengan nasib produsen rokok yang patuh terhadap segala aturan dan peraturan dan juga taat membayar Pajak serta cukai rokok kepada negara ? Walahualam . . . ! ?

Di kota Batam Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) misalnya. Kota yang banyak didiami warga pendatang ini, terbilang  padat jumlah penduduknya. Dan sebagian besar penduduknya bekerja di perusahaan swasta. Jumlah perokoknya pun tak sedikit. Umumnya, rokok noncukai jadi pilihan, lantaran harganya murah.

Mengingat kota Batam adalah kota Industri, jumlah penduduknya pun makin hari tampak semakin bertambah. Hal tersebut terjadi, lantaran membludaknya Pencari Kerja (Pencaker) di negeri ini. Dan para pekerja di daerah ini, sebagian besar memilih rokok noncukai untuk memenuhi kecanduannya terhadap rokok. Hal inilah yang membuat rokok noncukai di kota Batam menjadi primadona. Bahkan, yang paling banyak diminati, justru rokok  merek H&D.

Sampai berita ini diunggah peredaran rokok merek H&D terbilang hampir menguasai pasaran di kota tersebut. Pertanyaannya, mengapa rokok yang tak berkontribusi kepada negara bisa beredar bebas ? Lalu kemana perginya lembaga yang berwenang mengawasinya ? Pertanyaan diatas, sering memang terlontar ditengah-tengah masyarakat.

Salah seorang perokok, sebut saja Udin. Lelaki yang tinggal di Batu Delapan Tanjungpinang ini mengaku, dirinya sekarang menghisap rokok H&D. Alasannya, rokok H&D harganya murah. Dan rasanya pun tak jauh berbeda dengan rokok yang bercukai, “iya bang, rokok saya sekarang H&D. Soalnya, harganya murah. Mau beli yang bercukai, sekarang mahal bang, “katanya polos di Pasar Bintan Centre Tanjungpinang belum lama ini.

Mirisnya lagi, peredaran rokok H&D, tak hanya berkutat di kota Batam. Justru rokok noncukai itu telah pula menguasai pangsa pasar dalam peredaran rokok di Kota Tanjungpinang, Ibukota Provinsi Kepri. Di kota inipun rokok yang tak berkontribusi ke negara, juga beredar bebas. Bahkan, siapa dan dimana pun, rokok tersebut bisa didapat, lantaran harganya tak sampai merobek kocek.

Beredar rumor, Rokok merek H&D itu, diproduksi oleh PT. Adhi Mukti Persada (PT. AMP). Produsen rokok ini berada di Komplek Mega Jaya Industrial Park, Blok D, Nomor 3A Kelurahan Baloi Permai, Kecamatan Batam Kota, Provinsi Kepri.

Sepertinya, ada tembok kuat yang menopang peredaran rokok noncukai itu. Makanya bisa beredar bebas di seantero Kepri.  Padahal, rokok noncukai itu hanya boleh dipasarkan di Kawasan Free Trade Zone (FTZ) atau di kawasan Berikat yang ada di  Provinsi Kepri.

Disisi lain, media ini coba menghubungi seorang pria berinisial Vic melalui layanan WA ke ponsel nya, (25/06/2022). Vic disebut-sebut menjabat sebagai humas di distributor rokok H&D di Batam, guna melakukan konfirmasi terkait peredaran rokok tersebut.

Sayangnya, seharian ditunggu jawaban dari Vic, malah tak ada respon. Bahkan, sampai berita ini diunggah, jawabannya pun tak kunjung ada. (Richard).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini