Alamak . . . ! ! Mantan Kades Ekang Anculai Terbitkan Surat Tanah di Lahan Milik PT. BMW

0
26
kades

Bintan, gebraknusantara.co.idPrilaku Bonari, Kepala Desa ( Kades ) yang baru saja habis masa jabatannya beberapa bulan lalu, memang sangat mengecewakan. Hal itu dialami seorang warga bernama Tengku Nasyran terkait penerbitan surat lahan yang dibelinya tahun 2006 lalu.

kades
Suasana mediasi di Aula kantor Kecamatan Teluk Sebong.
Lahan seluas 19.375 meter persegi yang terletak di jalan Balerejo desa Ekang Anculai RT 002 RW 002 Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan itu dibeli Tengku Nasyran dari Sulasmi. Saat itu Bonari menerbitkan Surat Pengoperan Hak dari nama Sulasmi kepada Yeni Sarawati (istri Tengku Nasyran-red) 22 Agustus 2006.

Sejak itu, lahan tersebut dikelola dan dibersihkan oleh Tengku. Bertahun-tahun Tengku mengelolanya. Namun, waktu berkata lain. Mendadak Tengku terkena penyakit Stroke. Dan lahan itupun mulai terbiar lantaran tak dirawat.

Sakit yang berkepanjangan, membuat kondisi keuangannya memburuk. Tak ada jalan lain, akhirnya lahan itupun dijualnya untuk biaya perobatannya. Lahan tersebut dijualnya kepada Parta Tamba tahun 2019. Tapi sebelum dilunasi, Parta Tamba meminta kepada Tengku agar Surat lahan itu dibalik namakan menjadi nama Parta Tamba. Untuk tanda keseriusan, Tamba memberikan uang muka kepada Tengku sebesar 50 juta rupiah.

Meski kondisinya belum sehat, Tengku menemui Bonari agar surat lahannya dibalik namakan menjadi nama Patar Tamba. Tapi, jawaban yang didapat justru diluar dugaannya. Saat itu Bonari mengatakan, untuk menerbitkan surat baru diatas lahan tersebut, Bonari tidak berani. Mantan Kades itu beralasan, kalau lahan tersebut  ternyata milik PT. Buana Mega Wisatama (BMW).

Tak ayal, Tengku Nasyran pun mulai kelimpungan dan dipenuhi tanda tanya. Pasalnya, uang tanda jadi yang diberikan Parta Tamba sudah habis untuk biaya berobat. Ujung-ujungnya, mediasi pun dilakukan untuk kejelasan lahan tersebut. Dengan itikad baiknya, pihak Kecamatan bersedia memfasilitasi mediasi untuk mencari solusi. Herannya, tiga kali mediasi dilakukan, selalu putus ditengah jalan alias tak ada titik terang.

Senin (29/08/2022), pihak Kecamatan kembali bersedia memfasilitasi mediasi untuk yang ke-empat kali. Sekaligus mediasi yang terakhir. Mediasi yang dipimpin Nuraini S.Sos ini, tampak  berlangsung cukup alot. Dan inti dari mediasi ke-empat ini, Tengku meminta dua opsi. Yang pertama, Tengku meminta supaya diterbitkan Surat Pengoperan Hak atas lahan tersebut. Yang kedua, Tengku meminta supaya lahan tersebut digantikan dengan uang sesuai harga lahan di kawasan itu saat ini.

Jika diamati persoalan diatas, bisa dipastikan Bonari lah pemicu permasalahan atas  lahan itu. Soalnya, Bonari adalah seorang Kepala Desa di desa itu. Apa mungkin seorang Kepala Desa tidak mengetahui kalau lahan itu milik PT. BMW ? Sesuai pengakuan Raja Nazaruddin, urusan dari PT. BMW, bahwa kawasan itu telah floating oleh PT. BMW. Atas perbuatannya itu Tengku Nasyran merasa  dirugikan. Dan sampai saat ini, Tengku Nasyran masih terbeban hutang. Untuk itu, diminta kepada penegak hukum agar bertindak terhadap pejabat yang menerbitkan surat tanah diatas lahan tersebut. Takutnya,  semakin banyak korban.  (Richard/Maniur).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini