Anggaran Proyek Tak Kunjung Cair, Sejumlah Kontraktor Dan Konsultan di Kepri Menjerit

0
46
anggaran proyek
Kepri, gebraknusantara.co.idKondisi keuangan di Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sepertinya sedang “nyungsep”. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya rekanan (pihak 3) di daerah ini menjerit. Pasalnya, sebagian besar pelaksana proyek maupun Konsultan proyek belum dibayar. Meskipun proyek yang dikerjakan telah selesai dikerjakan.
IMG 20211208 133242 compress11
Ilustrasi : Proyek Pembangunan jalan yang sedang dikerjakan. 

Hal tersebut dikeluhkan oleh seorang pelaksana proyek yang mengerjakan salah satu proyek di Kota  Tanjungpinang dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Lelaki bertubuh atletis ini telah melakukan tagihan kepada Pengguna Anggaran (PA) disalah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dimana dia mendapatkan pekerjaan. Namun masalah baru timbul disaat Surat Perintah Membayar (SPM) yang sudah masuk di BPKAD sekitar sepuluh hari mandeg dan tidak ada jawaban. Begitu lama proses pencairan dan tidak adanya kejelasan SOP terkait berkas yang masuk di BPKAD. dirinya mengaku sering bolak balik menanyakan ke staf di BPKAD, tetapi yang didapat selalu nihil. Jika ditanya, hanya segudang alasan yang dilontarkan staf di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Kepri.

IMG 20211208 133432
Sholikin, ketua LSM Gerakan Berantas Korupsi (Gebrak) Provinsi Kepulauan Riau. 

Bahkan, keluhan serupa juga disampaikan oleh Sholikin setelah mendapat banyak keluhan dari kawan-kawan rekanan dan beberapa kawan – kawan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Berantas Korupsi ( Gebrak) Provinsi Kepri yang dikenal vokal inipun langsung melayangkan WhatsApp (WA) kepada Ansar Ahmad, SE, MM, Gubernur Provinsi Kepri, guna menanyakan hal tersebut.

Dalam narasinya, Sholikin mengatakan, “Assalamu’alaikum wr wb.. Selamat petang Pak Gubernur…Semoge Bapak dan keluarge selalu dalam keadaan  sehat… Aamiin… Aamiin YRA.

Pak Gubernur, mohon izin menyampaikan keluhan rekan2 pihak 3 yg saat ini mengajukan pencairan di BPKAD karena sudah siap pekerjaannye. Namun yang terjadi ade yang sudah berkasnye masuk 10 hari yang lalu di BPKAD. Namun proses pencairannye belum ade (SP2D blm bise terbit).

Mohon perhatian dan atensi dari Bapak Gubernur kepada rekan-rekan pihak 3 yang telah menyelesaikan amanah pekerjaan yang telah di selesaikan dengan baik. Kasihan mereke Pak Gub. Karena mereke juga masih ade tanggungjawab  menyelesaikan gaji pekerje dan pembayaran di toko material.

Salam hormat dari saya Pak Gubernur.

SHOLIKIN : Ketua LSM Gerakan Berantas Korupsi (Gebrak) Provinsi Kepri. Dan juge Ketue DPD Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) Provinsi Kepri, “sebut Sholikin kepada Gubernur Kepri melalui layanan WA.

Bobroknya kondisi keuangan di Pemprov Kepri belakangan ini, juga dikeluhkan oleh salah seorang pegawai di lingkungan Pemprov Kepri yang tidak mau disebutkan identitasnya, “Kami jujur selaku orang dalam sendiri juga merasa mengeluh atas keterlambatan proses pencairan kegiatan rutin OPD kami di BPKAD, baru kali ini tragis nasib pencairan di BPKAD terkesan molor dan tak profesional. SPM (Surat Perintah Membayar) kami di BPKAD sudah masuk 3 (tiga)  Minggu yang lalu. Tapi sampai sekarang belum juga kelar. Bagaimana OPD tempat kami dapat bekerja secara maksimal kalau maaf cakap buat beli kertas saja ngak ada” kata salah seorang pegawai OPD tersebut.

Carut-marut pembayaran yang tidak jelas juntrungannya itu, menjadi gunjingan hangat di kalangan kontraktor di daerah ini. Selasa (08/12/2021), coba dilakukan konfirmasi kepada Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Kepulauan Riau , Venni Meitaria Detiawati, S.P. M.Eng melalui layanan WhatsApp. Sayangnya, Venni hanya menjawab, “Nanti saya chek ke pak Karo humpro ya, “kata Venni singkat.

Jawaban Kepala BPKAD Kepri ini sungguh sangat tidak nyambung. Bahkan sama sekali tidak ada korelasinya dengan pertanyaan yang diajukan. Soalnya, yang ditanyakan kepadanya terkait pembayaran terhadap sejumlah kontraktor yang telah menyelesaikan pekerjaannya. Namun jawaban yang diberikan  justru terkesan nyeleneh.  (Richard).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini