Apa Kabar Proyek Folder Pengendali Banjir Jalan Pemuda Tanjungpinang ? ? ?

0
20
Proyek Folder
Tanjungpinang, gebraknusantara.co.idProyek Folder Pengendali Banjir yang berbiaya 16 miliar rupiah lebih di jalan Pemuda Tanjungpinang, kini tampak terbiar dan cenderung belum tuntas dikerjakan. Sesuai petunjuk papan proyek, masa pekerjaan nya selama 300 hari kalender. Dikerjakan oleh PT. Belimbing Sriwijaya.

Proyek Folder

Pantauan media ini di lokasi proyek Senin (31/1/2022) kemarin, masih banyak kayu  gelondongan bekas berserakan dan terbiar. Tapi tak ada terlihat kendaraan proyek maupun pekerja di lokasi. Yang masih utuh terlihat adalah bangunan Camp tempat bernaung para pekerja sebelumnya.

Dilihat dari hasil pekerjaannya, tampak Amburadul. Soalnya, waduk yang difungsikan untuk menampung air, hanya berdindingkan tanah. Tanpa dibuat baru miring. Demikian juga Kanal (alur keluar masuk air-red) juga terlihat hanya berdindingkan tanah. Tapi, di kanal itu, tampak dua buah tiang fondasi yang tertancap sembarangan. Tiang fondasi itu sepertinya tak bisa difungsikan dan ditinggal begitu saja.

Proyek Folder

Yang pasti, dinding waduk terlihat tanpa batu miring. Permukaan waduk juga terkesan rendah. Sehingga tampak rata dengan tanah. Pertanyaannya, mampukah waduk berbiaya belasan miliar rupiah itu  menampung debit air ketika Ibukota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ini dilanda hujan ? ? ?

Sementara peruntukannya menampung debit air yang datang dari berbagai arah. Agar pemukiman yang ada di sekitar waduk tidak kebanjiran. Mengingat anggaran pembangunannya mencapai belasan miliar rupiah, tak ada salahnya jika dilakukan audit atas penggunaan anggarannya.

Status proyek yang terkesan belum rampung itu, membuat Sholikin, ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Berantas Korupsi (Gebrak) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berkomentar.

Menurut Sholikin, masa kerja proyek itu memang sudah habis. Meskipun tampak belum rampung, “kalau saya amati, proyek itu sepertinya belum rampung seratus persen. Soalnya, kondisinya seperti itu. Lihat saja, dinding waduknya masih berdindingkan tanah. Truss . . . Kondisi kanal yang gunanya untuk pengaturan keluar masuk air, tak ada pintu airnya. Bukan hanya itu. Dinding alur keluar masuknya air pun masih berdindingkan tanah, “beber Sholikin di kantornya (31/01/2022).

Rabu, (02/02/2022), pihak PT. Belimbing Sriwijaya, pelaksana proyek tersebut coba dikonfirmasi melalui telepon seluler. Tapi jawaban dari salah seorang staf perusahaan, hanya bisa memberi arahan, “kalau soal itu, langsung saja ke pak Kusuma, “katanya menjawab.

Arahan yang diberikan pun langsung ditindaklanjuti ke nomor telepon pak Kusuma. Sayangnya, pak Kusuma tidak mau menjawab, meskipun telepon nya sedang aktif. Akhirnya, dilakukan konfirmasi melalui layanan WA. Tapi hasilnya sama saja. Sepertinya Kusuma enggan menjawab konfirmasi yang dilakukan. (Richard).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini