Aturan Nyeleneh Dari Seorang Security Proyek Berbiaya Miliaran Rupiah

0
8

Tanjungpinang, gebraknusantara.co.id

Proyek pembangunan Gedung Kantor Induk, Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang, yang kini sedang dibangun, tampak sedang melakukan penataan dan menimbun lahan yang akan sebuah perkantoran.

IMG 20220311 WA0008 compress94

Proyek yang berada di jalan raya menuju Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang itu, didanai oleh Anggaran Pendapan dan Belanja Negara (APBN) TA 2022. Sesuai yang tertera di papan proyek, bahwa besaran anggaran untuk proyek tersebut, mencapai Rp. 6.397.054.000,- Dan dikerjakan selama 180 hari oleh CV. Permata Bintan.

IMG 20220311 115726 compress23Papan proyek yang belum terpasang pada tempatnya, berada di lokasi proyek. 

Jum’at (11/03/2022), media ini coba menemui seorang pekerja bernama Dedy di lokasi tersebut. Lelaki paruh baya yang mengaku sebagai Security di proyek itu melarang media ini untuk memasuki kawasan proyek.

“Mau kemana pak ? Tidak boleh masuk. Bapak dari mana ? Kalau bapak dari media, tolong tunjukkan KTP atau identitas lainnya. Biar saya foto dan saya kirim ke pimpinan saya. Karena aturan disini seperti itu, “kata lelaki berkumis putih itu di meja Pos tempatnya bekerja.

Pokoknya, kata Dedy melanjutkan. Setiap wartawan yang datang kesini, kartu Identitasnya harus saya foto. Supaya bisa saya informasikan ke pimpinan saya, “sebut Dedy tegas.

Penjelasan Dedy akan memfoto kartu identitas yang dia maksud, sepertinya tidak etis. Bahkan,  terasa sangat janggal. Tak pelak. Tiga orang pekerja Pers yang datang ke lokasi proyek yang hendak memantau proses pekerjaan pembangunan kantor itu, langsung terperanjat mendengar aturan yang dipaparkan Dedy. Meski tanpa membuahkan hasil liputan, ketiga orang wartawan itupun langsung balik kanan alias pulang.

Jika diamati, situasi di lokasi  proyek berbiaya miliaran rupiah itu, tak terlihat papan proyek yang menunjukan telah memiliki Izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Isirilah ini memang terbilang baru. Sebelumnya, istilah ini disebut IMB. Yang tampak hanya sebuah papan proyek yang menyatakan nama pelaksana proyek maupun besaran anggaran untuk pembangunan gedung kantor induk itu.

Mengingat proyek ini berbiaya miliaran rupiah, baiknya pihak yang berkompeten segera meninjaunya. Apalagi kuat dugaan belum mengantongi PBG.  (Richard).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini