Miris . . . . Pembebasan Lahan di Proyek Waduk Bintan Buyu Tak Kunjung Dibayar

0
52
waduk
Kawasan yang sebelumnya hutan belantara, kini telah disulap menjadi Waduk.
Bintan, gebraknusantara.co.idMega proyek pembangunan Waduk di Kecamatan Teluk Bintan Desa Bintan Buyu (kawasan Kantor Bupati Bintan-red), tampaknya selesai dikerjakan.

Kawasan proyek yang sebelumnya hutan belantara, kini telah disulap menjadi Waduk berukuran raksasa. Dan Waduk ini dijadikan sebagai salah satu sumber air bersih di daerah itu.

Keberhasilan pelaksana proyek memang pantas diacungi jempol. Pasalnya, kawasan tersebut kini telah menjadi kawasan yang bisa difungsikan sebagai kawasan wisata domestik, lantaran keindahan panoramanya.

Tapi, dibalik keindahannya, justru meninggalkan kesengsaraan terhadap pemilik lahan. Bahkan, teriakan miris dari sejumlah warga pemilik lahan di kawasan itupun mulai terdengar. Dan jumlah pemilik lahan di kawasan Waduk itu, disebut-sebut puluhan Kepala Keluarga (KK).

Lebih miris lagi, sampai saat ini warga pemilik lahan masih menunggu pembayaran nya.
Senin (10/07/2020), media ini coba melakukan konfirmasi kepada Sunardi, Kepala Desa (Kades) Bintan Buyu. Sayangnya, pak Kades terkesan enggan menjawab.

Sunardi justru  mengarahkan, media ini agar konfirmasi langsung ke Bagian Agraria di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bintan, “Wah . . . Saya tak bisa menjawab konfirmasi ini. Takutnya nanti, saya salah jawab. Baiknya, langsung saja ditanya ke Bagian agraria di Pemkab Bintan, “kata Sunardi memberi arahan.

waduk
Panorama di lokasi Waduk, dengan latar belakang gedung kantor Bupati Bintan.

Menurut pejabat bernama Pilihan  yang ditempatkan sebagai Kepala Bagian (Kabag) Agraria di Pemerintahan itu, diperoleh penjelasan. Bahwa proses pembebasan lahan di pusaran proyek Waduk itu, telah berlangsung sebelum dirinya menjabat sebagai Kabag Agraria,

“Kalau persoalan itu, saya kurang tau pak. Karena, saya masih baru menjabat disini. Sedangkan proyek itu telah dikerjakan sejak tahun 1017 lalu. Sebenarnya, anggaran untuk pembebasan lahan itu, sudah ada. Tapi, lantaran ada bencana Corona ini, akhirnya dilakukan Rasionalisasi (pemotongan-red) terhadap anggaran itu. Kalau soal berapa persen pemotongan nya, saya kurang tau, “kata Pilihan, melalui sambungan selulernya.

Ditambahkannya. Iyaa . . . Saya juga pernah dengar kalau proses pembayaran terkait pembebasan lahan itu, belum dibayar. Dan semua pemilik lahan yang disitu, sama sekali memang belum dibayar, ” ujarnya tegas.

Terpisah, media ini coba menanyakan persoalan ini kepada salah seorang warga pemilik lahan. Yanto, lelaki paruh baya ini secara gamblang menuturkan kekesalannya terhadap Pemkab Bintan, terkait proses pembayaran lahannya yang tak kunjung selesai.Meskipun pembangunan proyek tersebut telah rampung dikerjakan,

“Iya pak . . . Lahan saya di lokasi itu ada empat hektar. Sebelum proyek itu dikerjakan, lahan kami yang terkena proyek pembangunan Waduk itu, akan diganti rugi oleh Pemkab Bintan. Tapi sampai sekarang, kami tak pernah menerima ganti rugi. Sementara, proyek itu sudah selesai dikerjakan. Kalau sudah begini, kemana kami harus mengadu, “ujarnya geram. (Richard).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini