Dit Reskrim Polda Kepri Berhasil Ungkap Kasus Persetubuhan Terhadap Anak Dibawah Umur

0
23
IMG 20210120 162359 compress6Kombespol Harry Goldenhardt S. S.I.K, M.Si, Kabid Humas Polda Kepri.

Batam, gebraknusntara.co.id

Predator Anak berinisial RS, diamankan Subdit IV Dit Reskrimum Polda Kepri. Menurut pengakuan tersangka, sudah 10 orang anak dibawah umur menjadi korbannya. Hal tersebut disampaikan Dir Reskrimum Polda Kepri, Kombes Pol Arie Dharmanto, S.Sos., S.Ik,  didampingi Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S. S.IK, M.Si, saat Konferensi Pers di Mapolda Kepri, Rabu (20/01/2021).

IMG 20210120 162343 compress50

“Tim Dit Reskrimum Polda Kepri berhasil mengamankan tersangka berinisial RS. Dari hasil penyidikan dan penyelidikan awal, tersangka ini melakukan tindak kejahatannya di dua lokasi hotel yang ada di daerah Pelita, Kota Batam pada September 2020 lalu. Dengan Modus yang dilakukan nya adalah Tersangka yang berprofesi sebagai Fotografer melakukan bujuk rayu dan menawarkan korban sebagai model foto. Sehingga, para korban menuruti keinginan tersangka, “ujar Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.

IMG 20210120 162256 compress81 scaledSejumlah barang bukti yang berhasil disita petugas Polda Kepri. 

“Hasil pemeriksaan diawal bahwa ada 10 orang anak yang menjadi korbannya. Namun penyeledikan ini akan terus berkembang dan tidak berhenti sampai disini saja. Dari kejahatan yang dilakukan oleh tersangka, berhasil diamankan juga barang bukti 1 unit Handphone yang digunakan tersangka untuk Chating dengan para korbannya, 1 buah Kamera,1 helai baju warna abu-abu, 1 helai celana panjang warna biru, 1 helai celana dalam warna ungu, 1 helai Bra warna hitam, 1 helai baju warna hitam motif kotak-kotak dan 1 helai celana panjang warna biru, “jelas Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.

“Atas kejahatan yang dilakukannya, tersangka dikenakan Pasal 81 Ayat 2 dan Ayat 5 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Dengan Ancaman Hukuman Penjara Paling Singkat 5 (Lima) Tahun. Dan Paling Lama 15 (Lima Belas) Tahun. Serta  Denda Paling Banyak Rp. 5.000.000.000, “tutur Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.

“Tim juga melakukan pemeriksaan terhadap para korban dan saksi. Dan juga, terus melakukan pendalaman serta pengembangan terhadap dugaan adanya korban lainnya. Serta melakukan koordinasi dengan P2TP2A Provinsi Kepri sebagai pendampingan kepada korban, “ucap Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.

“Dalam penegakkan hukum terhadap perlindungan anak ini, bahwa kita juga akan menerapkan Undang-undang baru, yang sudah ditandatangani oleh bapak Presiden RI. Salah satunya di dalam ayat tersebut adalah, pemberian hukuman Kebiri Kimia yang dilakukan sesuai dengan putusan hakim di pengadilan, “jelas Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto, S.Sos., S.Ik.

“Menurut pengakuannya, tersangka ini telah melakukan kejahatannya lebih dari 10 korban. Dan yang dia ingat hanya 10 nama. Hal ini tidak menutup kemungkinan korbannya lebih dari 10 orang. Karena, sewaktu didalam pemeriksaan, pelaku ini mengatakan banyak lupa dan yang diingat hanya 10 nama korban. Dari para korban-korban nya tersebut, 2 orang diantaranya sudah hamil, “tutup Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto, S.Sos., S.Ik. (***).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here