Dituding Mafia Minyak, Akok Membantah

0
32

Bintan, gebraknusantara.co.id

Buntut pemberitaan dari salah satu media Online yang dianggapnya menyudutkan dirinya, akhirnya pengusaha bernama Tan Akok, pengusaha Ikan di desa Kawal Kecamatan Gunung Kijang Kabupaten Bintan, yang dituding mafia  minyak Solar bersubsidi, menyangkal pemberitaan tersebut. Dirinya meminta kepada media ini untuk dibuatkan pemberitaan yang sebenarnya.

IMG 20220816 172946 compress93Lembaran Rekomendasi terkait izin mengangkut minyak Solar Bersubsidi dari Tanjung Uban. 

Selasa (16/08/2022), Tan Akok ditemui di kantornya, guna menanyakan tentang hal itu. Pria berusia lanjut inipun mulai  memaparkan tentang pemberitaan yang terbit di media Online itu beberapa waktu lalu. Akok (sapaan akrab-red) mengatakan, bahwa dirinya tidak terima dengan apa yang diberitakan di media itu.

“Saya minta supaya berita itu diluruskan. Karena, berita itu tidak benar. Kalau mengenai kelengkapan surat-surat terkait angkutan minyak Solar bersubsidi dari Tanjung Uban menggunakan Lori (Truck-red), kami sudah mengantongi rekomendasi dari pihak terkait, sembari menunjukkan surat izin yang dimilikinya, “imbuhnya di ruang kerjanya (16/08/2022).

Ditambahkannya. Trusss . . . Tentang tudingan yang mengatakan mafia minyak, dasarnya apa ? Sehingga dibilang mafia. Bukan hanya itu. Terkait kapal berbobot 30 GT (Gross Ton), saya memang punya dua unit. Tapi, kapal itu selama ini saya parkirkan di Pelabuhan Kijang, “bebernya.

Jadi, lanjut Akok. Saya tidak terima kalau saya dibilang mafia minyak. Karena, minyak yang saya kelola, juga saya bagikan kepada nelayan tradisional yang ada di desa Kawal ini. Supaya, mereka bisa mencari ikan, untuk dijual, dan hasil penjualannya bisa untuk keperluan rumah tangganya, “katanya.

Penjelasan yang disampaikan Akok, diamini David Andriadi. Lelaki berkacamata ini adalah ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia Kecamatan Gunung Kijang. David mengatakan, “saya memang tertarik dengan pemberitaan di media Online itu. Karena, berita itu cenderung menyudutkan. Jika ada pemberitaan seperti itu, saya rasa perlu pembuktian, “ujarnya dihari yang sama.

Selain itu, kata David menambahkan. Untuk menyangkal pemberitaan itu, kami dari oragnisasi nelayan tradisional di desa Kawal ini, siap mendukung pak Akok. Dan jumlahnya pun bisa mencapai dua ratus sampai empat ratus orang. Karena, pak Akok ini adalah sosok pengusaha yang sangat besar perhatiannya terhadap nelayan yang ada di desa kami, “ucapnya.

Masih menurut David. Bukti perhatian yang telah dilakukan pak Akok ini, ketika bencana Covid-19 melanda negeri ini, pak Akok telah memberi bantuan kepada masyarakat berupa Sembako. Dan itu dilakukannya selama dua tahun, “beber David.  (Richard/Maniur).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini