DPRD Provinsi Riau Terima 34 Pengaduan Sengketa Lahan di Riau

0
99
DPRD Provinsi Riau
Aksi demo skibat konflik antara masyarakat dengan perusahaan yang berada di wilayah Provinsi Riau
Riau, gebraknusantara.co.id – Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Riau, Marwan Yohanis mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan klasterisasi terhadap 34 laporan masyarakat yang masuk terkait konflik antara masyarakat dengan perusahaan, “ujarnya.

Marwan melanjutkan, dari 34 laporan itu pihaknya memisahkan 10 laporan. Dari 10 laporan tersebut, ada 3 laporan yang rencananya akan utama di tindaklanjuti oleh Pansus DPRD Provinsi Riau.  Yakni konflik yang terjadi di Kabupaten Kampar, Kabupaten Kuansing, dan Kabupaten Indragiri Hulu, “sebutnya.

IMG 20211117 083018 compress10

Masih menurut Marwan. Sedangkan laporan yang tidak masuk dalam ranah Pansus,  direkomendasikan untuk diselesaikan secara non-Pansus. Dan hal itu bisa ke Komisi II atau ke komisi I.

“Kita menerima semua surat yang masuk ke Pansus DPRD Provinsi Riau sejak DPRD 2019-2024 dilantik, “kata Marwan, Senin (15/10/2021).

Pemisahan antara Pansus dan non-Pansus Marwan menjelaskan, pihaknya ingin menyesuaikan mana laporan yang sesuai dengan roh Pansus, dan mana yang tidak.

Misalnya, jika konflik yang terjadi sifatnya perorangan, laporan akan direkomendasikan ke non-Pansus. Kecuali, konflik itu memiliki dampak sosial yang luas. Karena yang menjadi sorotan Pansus adalah dampak sosial.

Selanjutnya sambung Marwan, pihaknya akan menelaah 24 laporan lainnya secara maraton dalam rapat Pansus pada hari Senin dan Kamis. Sehingga, pada bulan Desember mendatang, sudah bisa dilaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP).

“Desember kita sudah fokus pemanggilan pelapor, terlapor, dan pihak-pihak yang berwenang. Misalnya Dinas Perkebunan, Dinas Kehutanan atau Instansi Vertikal, “tutup Marwan.

Sebagai informasi, Pansus ini dibentuk pada pertengahan Bulan Oktober lalu, dan Marwan Yohanis selaku inisiator ditunjuk sebagai Ketua Pansus. Masa kerja Pansus adalah 6 bulan. (Joell)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini