Hasil Verifikasi Tim C Atas Lahan Terindikasi Terlantar di Dompak Provinsi Kepri, Dipertanyakan

0
329
IMG 20200915 WA0015 compress56Di bawah teriknya sinar matahari, rombongan tim C bersama Anwar (utusan perusahaan), sedang mengamati Peta Lokasi yang bakal diverifikasi. 

Kepri, gebraknusantara.co.id

Hasil Verifikasi lahan yang dianggap terlantar namun Bersertifikat HGB, HGU maupun Lahan Pinjam Pakai, yang dilakukan Tim C pertengahan September tahun 2020 lalu, sampai kini tidak jelas juntrungnya. Padahal, masa tenggang waktu yang ditetapkan selama 90 hari telah terlewati.

Tim C Tanjungpinang, melibatkan sejumlah lembaga dan Instansi dalam melakukan Verifikasi. Dan Tim C ini, dikomandoi langsung oleh Sekda kota Tanjungpinang, Teguh Ahmad Syahfari.

Pertengahan September tahun 2020 lalu, Tim yang melibatkan banyak orang ini, memverifikasi lahan seluas 3.216.550 M2 yang bersertifikat HGB dan bernomor 00874 milik PT. Kemayan Bintan (PMA – Kemayan Corporation Berhard Malaysia) di Dompak Kecamatan Bukit Bestari  Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Di bawah teriknya panas mentari saat itu, ketua dan rombongan tim C sekaligus didampingi Anwar sebagai utusan dari PT. Kemayan Bintan tampak serius melakukan verifikasi di lokasi tersebut. Sayangnya, sampai kini belum diperoleh hasil dari kinerja tim.

Dalam pemberitaan di media ini sebelumnya, Heru, Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Masalah dan Pengendalian Pertanahan di Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Kepulauan Riau sempat  mengatakan, “masih dikaji dulu pak, “katanya saat itu.

Tak jelas, berapa lama proses untuk mendapatkan hasil kajian atas survey yang dilakukan Tim C di lahan milik Kemayan Bintan itu. Yang pasti, sampai kini masih ngambang. Ujung-ujungnya, tanda tanya pun mulai bermunculan dari berbagai pihak.

Photo 1612584562334 Processed compress59Sholikin, ketua LSM Gerakan Berantas Korupsi Provinsi Kepulauan Riau. 

Diantaranya, Sholikin, ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Berantas Korupsi (Gebrak) Provinsi Kepri, yang juga ketua Organisasi kewartawanan Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) Provinsi Kepri ini menilai, kalau kinerja Tim C dianggapnya lamban,

“Saya tahu, rombongan tim (Tim C-red) mendatangi lahan milik PT. Kemayan Bintan di Dompak tahun lalu. Kunjungan itu, mau memverifikasi lahan milik perusahaan itu. Kebetulan lahan tersebut bersertifikat HGB. Jadi, perlu diverifikasi. Karena, pemerintah pusat sekarang mulai menertibkan semua lahan yang terindikasi terlantar dan tidur di negeri ini, “katanya.

Dilanjutkannya. Sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia ( PPRI) nomor 40 tahun 1996 pasal 35 ayat (1) huruf e tentang HGU, HGB dan Hak Pakai Tanah. Jika terbukti tidak melaksanakan sesuai peruntukannya, maka status Surat Hak Guna Bangunan (SHGB) yang dimiliki, akan di tinjau ulang. Bahkan, bisa saja langsung dihapus, “ucap Sholikin di bilangan Batu Lima Bawah Tanjungpinang, (05/02/2021).

Sholikin juga berharap kepada semua unsur yang terlibat di dalam Tim C, agar bekerja secara profesional dan transparan demi asas keadilan. Baik terhadap  masyarakat maupun Negara. Mengingat waktunya cukup lama, rasanya memang perlu dipertanyakan hasil kinerja Tim C ini.

Terpisah, Heru, Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Masalah dan Pengendalian Pertanahan di Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Kepulauan Riau, coba dilakukan konfirmasi lanjutan melalui layanan WA ke Ponsel nya (06/02/2021). Namun sayang, sampai berita ini diunggah, Heru belum menjawab.
(Richard).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini