Mengenal Lebih Dekat Si Raja Dari Laut Natuna Ikan Napoleon

0
162
Ikan Napoleon
Annisha Rahmadani Harahap, mahasiswi Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang.
Tanjungpinang, gebraknusantara.co.id – Ikan Napoleon atau biasa disebut Napoleon Wrasse, atau Humphead Wrasse (Cheilinus undulatus) merupakan ikan karang berukuran besar dari familia Labridae. Ukurannya bisa mencapai 3 meter, dengan berat 190 kg.

Napoleon Wrasse ditemukan di terumbu karang, terutama di kawasan Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Ciri-ciri ikan ini, saat dewasa yaitu warna tubuhnya menjadi hijau kebiru-biruan, dengan garis-garis lebih jelas. Bibirnya menebal macam bibir Mick Jagger. Bagian atas kepalanya pun, di atas mata, menjadi benjol ke depan.

Napoleon Wrasse (Cheilunus undulatus) merupakan salah satu ikan karang besar yang hidup pada daerah tropis, sub tropis, sampai ke daerah temperate. Ikan ini hidup di daerah pesisir pantai dekat dengan terumbu karang. Beberapa jenis hidup di daerah rumput laut di dasar perairan sampai pada kedalaman 50 meter. Kehidupan hewan ini umumnya sama dengan ikan karang lain yang hidup secara soliter (menyendiri).

Ada empat persebaran Ikan Napoleon di Indonesia. Salah satu persebaran Napoleon Wrasse di Indonesia ialah di laut Natuna. Natuna, Kepulauan Riau ialah tempat penangkapan dengan harga jual ikan Napoleon yang lebih mahal dari tempat lainnya.

Ikan ini bisa terjual hingga Rp.1,6 juta/kg di dalam negeri. Mengapa ikan Napoleon bisa semahal itu ? Ini dikarenakan Ikan Napoleon sangat enak untuk dikonsumsi. Daging Ikan Napoleon yang lembut, membuatnya menjadi makanan bergengsi di Hongkong biasa disebut Sio Moy. Tak hanya itu, bibir Ikan Napoleon juga dipercaya berkhasiat untuk menambah stamina seksual bagi kaum pria.

Natuna
Gambar ikan Napoleon.

“Ikan Kerapu harganya Rp 400.000/kg, tetapi harga Ikan Napoleon ini 3-4 kali lipat di atasnya. Itu per kg Rp 1,2-1,6 juta, “kata Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Saut P Hutagalung.

Bahkan di beberapa tempat, penangkapan ikan Napoleon seperti di Pulau Natuna, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, harga yang dipatok jauh lebih mahal. “Mahal memang, ada yang 7 ons (700 gram) Rp 2 juta,” imbuhnya.

Oleh karena harganya yang fantastis banyak sekali orang yang memburu ikan ini. Sehingga, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berencana membuat aturan pelarangan penangkapan Napoleon. Saat ini, penangkapannya masih dilakukan dengan sistem kuota.

Populasi Napoleon Wrasse (Cheilinus undulatus) di Lautan Indonesia termasuk di Laut Natuna, hanya tersisa 65.000 ekor, dan terancam punah. Nah . . . . Oleh karena itulah ikan Napoleon disebut raja-raja. Karena memiliki nilai jual yang tinggi. Apalagi Ikan ini memanglah ikan dengan ukuran yang besar dan beratnya saja bisa sampai berkilo-kilo.

Bayangkan dengan berat yang berkilo-kilo tersebut ia dijual dengan harga Rp.1,6 juta/kg sangat fantastis bukan harga dari ikan ini teman-teman.

Sebagai Masyarakat yang baik, seharusnya kita bisa menjaga fauna kita dengan baik. Jangan karena harganya yang mahal kita malah memburunya dengan berlebihan. Sehingga dapat mengurangi populasi ikan tersebut yang akan mengakibatkan kepunahan. Dan kita juga bisa untuk lebih membudidayakannya agar populasinya bertahan hingga ke anak cucu kita kelak juga dapat menikmati atau melihat ikan Napoleon ini.

Nama : Annisha Rahmadani Harahap.

Nim : 2002010021.

Jurusan: Ilmu Kelautan
Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan.

Universitas Maritim Raja Ali Haji.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini