Indonesia, Sang Megabiodiversitas

0
100
IMG 20201115 190758 compress48
Roki Juanda Putra.

Tanjungpinang, gebraknusantara.co.id

Assalamualaikum, Salam kenal. Saya, Roki Juanda Putra. Mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang. Ingin menyampaikan opini saya tentang Megabiodiversitas melalui media ini.

Apa itu Megabiodiversitas ? Mungkin seperti itulah yang ada dipikiran kita ketika baru mendengar kata tersebut.

Megabiodiversitas merupakan keanekaragaman hayati yang sangat besar atau berlimpah. Ragam tersebut dapat diartikan sebagai aneka makhluk hidup di berbagai kawasan di muka bumi. Baik di daratan, lautan, maupun tempat lainnya.

Keanekaragaman makhluk hidup ini merupakan kekayaan bumi yang meliputi hewan, tumbuhan, mikroorganisme dan semua gen yang terkandung di dalamnya, serta ekosistem yang dibangunnya. Semuannya itu merupakan sebagai contoh keanekaragaman hayati yang sering dikenal dengan istilah biodiversitas.

Sebutan nama yang dikenal dengan istilah megabiodiversitas, lantaran ukuran keanekaragaman hayatinya terbilang sangat besar .

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati terkaya di dunia. Seperti yang dilansir dari buku yang berjudul “Kekinian Keanekaragaman Hayati Indonesia” Hasil penelitian LIPI yang dipublikasikan pada 2014 memberikan ulasan dari status keanekaragaman hayati. Mulai dari genetika, jenis, dan ekosistem. Tak terkecuali juga perihal upaya pemanfaatan dan perlindungannya.

Indonesia ialah negara kepulauan yang terbentang di antara Benua Asia dan Australia. Dan juga berada di antara Samudera Pasifik dan Samudra Hindia. Jumlah pulau yang dimiliki Indonesia mencapai lebih dari 17.000 pulau. Dari jumlah itu, sudah bernama sebanyak  13.466 pulau. Dan 11.000 pulau telah berpenghuni.

Luas daratan Indonesia mencapai 1.919.440 km2, sedangkan luas perairannya mencapai 3.257.483 km2 dengan garis pantai sepanjang 99.093 km (BIG 2013).

Indonesia termasuk daerah tropik, terletak di antara 6°LU11°LS dan 95°BT141°BT. Dengan luas wilayah 1,3% dari luas muka bumi. Dan Indonesia termasuk negara megabiodiversiti.

Garis Wallace merupaka garis yang memisahkan wilayah geografi fauna Asia dan Australasia. Alfred Russell Wallace, bersama Charles Darwin berperan sebagai penggagas teori evolusi ini. Sejak awal telah menyadari adanya perbedaan pengelompokan fauna antara Borneo dan Sulawesi. Dan juga antara Bali dan Lombok.

Garis Wallace ini kemudian diperbaiki oleh Antonio Pigafetta dan menggeser garis Wallace ke arah timur menjadi garis Weber. Sedangkan garis Lydekker merupakan garis biogeografi yang ditarik pada batasan Paparan Sahul. Terletak di bagian timur Indonesia. Kondisi itulah yang menyebabkan Indonesia mempunyai keanekaragaman hayati yang sangat tinggi

Keanekaragaman hayati memiliki peranan yang terbilang besar dan sangat penting dalam kehidupan. Selain sebagai sarana pemenuhanan kebutuhan hidup manusia, keanekaragaman hayati berguna sebagai penyeimbang ekosistem. Serta ilmu pengetahuan bisa terus berkembang dan berguna bagi manusia, jika keanekaragaman hayati sebagai sumber ilmu itu sendiri terus dijaga eksistensinya.

Penulis            : Roki Juanda Putra

NIM                : 180254241021

Status              : Mahasiswa

Jurusan            : Ilmu Kelautan

Universitas      : Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here