Izin Penimbunan Proyek Median Jalan Bandara RHF Tanjungpinang Dipertanyakan

0
12

Tanjungpinang, gebraknusantara.co.id
 
Proyek pembangunan Median Jalan berbiaya puluhan miliar rupiah di sepanjang jalan menuju Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, terus digesa. Puluhan orang pekerja setiap hari tekun menyelesaikan pekerjaannya.

IMG 20220610 101611 compress93

Tanah timbun di lokasi proyek Bandara RHF Tanjungpinang yang diangkut dari pemotongan bukit jalan Ganet Tanjungpinang. 

Selain membangun Trotoar di kedua sisi jalan, proyek ini juga membenahi Median Jalan yang membelah akses jalan menuju Bandara RHF. Median Jalan yang dibangun, tampaknya harus ditimbun menggunakan tanah timbun alias galian C. Sampai berita ini diunggah, proses penimbunan masih berlangsung.

Namun belakangan, muncul tanda tanya, terkait galian C yang digunakan. Berizin kah proses penimbunan yang dilakukan ? Apalagi tanah timbun yang digunakan, diambil dari pemotongan bukit alias Cut and Fill. Padahal, ada Peraturan Daerah (Perda) yang harus dipatuhi untuk pemotongan bukit.

Seperti yang tertera pada pasal 15 Peraturan Daerah (Perda) nomor 2 tahun 2013 tentang izin Penimbunan lahan. Pasal tersebut menyebutkan dengan tegas, setiap orang yang melakukan kegiatan penimbunan, wajib memiliki izin sebelum melakukan  penimbunan.

Dikonfirmasi melalui Ponselnya, Ys pemilik lahan, mengaku tidak mengurusi soal izin dalam pemotongan bukit itu, “kalau soal izin dalam pengambilan tanah itu, sepenuhnya saya sudah serahkan kepada mereka (pelaksana proyek -red). Jadi, terkait perizinan, itu urusan mereka, “ujar Ys di ujung telepon, (09/06/2022).

Dihari yang sama, pihak  perusahaan yang mengerjakan proyek itu coba dikonfirmasi melalui layanan WA ke ponselnya. Namun, ditunggu sampai hari ini, Hendy, pimpinan perusahaan yang mengerjakan proyek itu belum menjawab.

Kegiatan Cut and Fill, disebut juga Penataan dan Pemotongan Bukit. Untuk mendapatkan izin, pelaku wajib mengantongi IPPB (Izin Penataan dan Pemotongan Bukit). Untuk mendapatkannya, pelaku wajib memenuhi persyaratan yang tertuang di bawah ini :

1). Mengisi Formulir Permohonan IPPB, bermaterai.

2). Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Yang Masih Berlaku, sebanyak 1 (satu) lembar.

3). Fotokopi Sertifikat Tanah / Alas Hak Tanah yang diketahui oleh Camat, sebanyak 1 (satu) lembar.

4). Surat Kuasa dari pemilik tanah yang sah, bermaterai (khusus tanah milik pihak lain).

5). Surat Pernyataan Persetujuan Tetangga berbatasan langsung diketahui Ketua RT setempat.

6). Foto Areal yang dimohon, dan fotokopi, sebanyak 1 (satu) lembar.

7). Gambar Rencana Pemotongan Dan Penataan Bukit, dan Fotokopi sebanyak 1 (satu) lembar (mencantumkan lokasi tujuan penimbunan, maksimal 2 (dua) lokasi tujuan).

8). Sket Lokasi, dan Fotokopi sebanyak 1 (satu) lembar.

Peta Lokasi Yang Dimohon Dengan Skala 1:100 atau 1:1000, dan Fotokopi sebanyak 1 (satu) lembar.

Rekomendasi Peruntukan Lahan / Penegasan kesesuaian tata ruang;

Izin Lingkungan / SPPL, sebanyak 1 (satu) lembar. SPPL adalah, Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan.

Dana Jaminan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Surat Pernyataan Kesanggupan Membayar Pajak (Bila tanah dikeluarkan dari lokasi kegiatan).

Fotokopi bukti Pelunasan PBB tahun terakhir, sebanyak 1 (satu) lembar.

Untuk itu, diharapkan kepada pelaksana proyek, agar segera melengkapi perizinan terkait aktivitas penimbunan di lokasi proyek tersebut. Hal ini sekaligus mendukung program Pemerintah dalam mendulang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Mumpung  proyek puluhan miliar rupiah yang bakal menjadi arena foto-foto itu masih banyak tenggang waktu pekerjaannya.  (Richard).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini