Jembatan Ekang Bintan Mendadak Mencekam

0
118
jembatan ekang
ilustrasi gambar jembatan
Bintan, gebraknusantara.co.id – Puluhan mobil pribadi dari berbagai merek tampak ngumpul di bawah jembatan Ekang Kecamatan Teluk Bintan Kabupaten Bintan. Selain itu, sejumlah truck bermuatan biji Bauksit juga terlihat ngantri. Seakan menunggu aba-aba dari pimpinan untuk kembali beroperasi.

Info yang didapat di lokasi itu, bahwa biji Bauksit yang ada di dalam puluhan truck itu, akan dimuat ke Tongkang yang telah stand by di bawah jembatan ekang.
Namun, rencana tinggal rencana. Tapi kenyataan berkata lain. Biji bauksit belum sempat dimuat ke Tongkang, ternyata ada pihak yang menghentikan kegiatan itu. Ujung-ujungnya, puluhan truck yang sarat dengan muatan biji bauksit, harus bersabar menunggu kepastian.
Seorang sopir truck mengaku telah berjam-jam berada di bawah jembatan itu, “pokoknya kami sudah berjam-jam disini bang. Kami hanya mengantar biji bauksit ini ke Tongkang. Kalau masalah pelabuhan, kami nggak tau bang, “kata sopir berambut ikal itu di bawah jembatan Ekang.

Banyaknya manusia yang memenuhi lokasi itu, membuat suasana sedikit mencekam. Ditambah lagi dengan hadirnya sejumlah petugas dari Polsek Tembeling dan dari Polres Bintan, membuat suasana sedikit tegang.
Sementara diatas jembatan, sejumlah warga tampak berbaris rapi menyaksikan keramaian itu.

Jika dilihat dari permasalahan yang ada, sepertinya menyangkut masalah lahan yang telah ditetapkan pemerintah terkait Ruang Milik Jalan (RMJ). Di dalam Peraturan Pemerintah nomor 34 tahun 2006 tentang Jalan Raya. Pasal 39 menyebutkan, Ruang Milik Jalan (RMJ) diperuntukkan bagi ruang manfaat jalan, pelebaran jalan lalu lintas dimasa yang akan datang. Serta kebutuhan ruang untuk pengamanan jalan.

Tapi untuk RMJ yang satu ini, justru terkesan lain. Apalagi telah disulap menjadi akses jalan pribadi untuk mengangkut biji bauksit dari lokasi tambang ke Tongkang yang sedang nangkring di bawah jembatan ekang.
Sampai berita ini diunggah, situasi tersebut masih belum berubah. (Richard).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini