Klarifikasi Berita Proyek Pengaspalan di Air Bini Kecamatan Siantan Selatan KKA

0
5

Anambas, gebraknusantara.co.id

Berita pengaspalan menggunakan APBD tahun 2021 di jalan Genting Kampung Air Bini Kecamatan Siantan Selatan Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA), yang terbit di media ini beberapa hari lalu, belakangan dikritik Andiguna, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kepulauan Anambas.

IMG 20220603 083541 compress39Hitamnya aspal, tapi masih ada aspal yang lebih hitam. 

Menurut Andi, berita tersebut baiknya diklarifikasi, lantaran tidak sesuai dengan fakta di lapangan, “baiknya berita itu diklarifikasi. Silahkan konfirmasi ulang sama Kabid BM saya. Karena isi beritanya tidak sesuai dengan kondisi di lapangan, “tulis Andi lewat layanan WA nya (01/06/2022).

IMG 20220603 083827 compress16

Esok harinya, konfirmasi ulang pun dilayangkan kepada Asep, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga (BM) di PUPR KKA, Kamis, (02/06/2022). Dalam balasannya, Asep mengatakan, “Kalau yang ini harus diklarifikasi terkait  anggaran untuk pemeliharaan sebesar 200 juta rupiah. PU belum pernah menganggarkan untuk pemeliharaan di ruas jalan Genting Air Bini sebesar 200 juta rupiah. Saya pun heran bapak dapat sumber dari mana.
Ruas jalan Genting Air Bini baru kita tangani dengan Dana DAK dari tahun 2019, 2021 dan tahun ini 2022. Sifatnya hanya  peningkatan, dari jalan tanah ke kondisi aspal. Bukan tambal sulam yang seperti bapak muat dalam berita, “kata Asep lewat layanan WA nya.

IMG 20220602 181001 compress72

Agar asumsi masyarakat tidak terfokus pada pemberitaan terdahulu, melalui pemberitaan  ini, berita tersebut dinyatakan  telah diklarifikasi. Hal tersebut sesuai dengan penjelasan pihak PUPR KKA Provinsi Kepulauan Riau.

Padahal, munculnya berita tersebut, berdasarkan informasi dari warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi proyek. Selain itu, mengenai penulisan anggaran 200 juta rupiah, hanya membulatkan bilangan yang tertera di lembaran LPSE KKA yang diperoleh dari jaringan internet. Dalam lembaran itu berbunyi, 3312365, Pengawasan Peningkatan jalan Genting, Air Bini Kecamatan Siantan Selatan, dengan biaya sebesar 257,5 juta rupiah (DAK Reguler).

Terkait sebutan Tambal Sulam, sesuai dengan kondisi aspal yang didokumentasikan. Dan jelas terlihat, warna aspal yang ditambal lebih menghitam.

Penjelasan didalam pemberitaan itu, diperoleh dari narasumber berinisial Zl. Pria berusia 43 tahun ini berprofesi sebagai pedagang tinggal di Air Bini. (red).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini