KLHK-RI Hentikan Aktivitas Tambang Bauksit Ilegal di Pulau Singkep, Kepri

0
21
KLHK-RI
Sejumlah alat berat yang digunakan perusahaan untuk menambang, kini ditahan oleh KLHK-RI. 
Lingga, gebraknusantara.co.id – Tim Ditjen Gakkum KLHK-RI bersama Pemerintah Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), telah menghentikan aktivitas Tambang Bauksit Ilegal yang diduga dilakukan oleh PT. Yeyen Bintan Permata (PT.YBP), Rabu (22/09/2021).

Tim mengamankan 2 unit alat berat dan 8 unit Dump truck. Sekaligus menyegel areal stockfile dan alat pengolahan Bijih Bauksit, serta memasang papan larangan di areal tambang, di kawasan Hutan Produksi Terbatas Sungai (PTS) Gelam di Sungai Marok Tua, Tanjung Sembilang, Desa Tinjul, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga. Tim juga  mengamankan 2 orang pekerja serta 8 orang sopir Dump Truck,  guna dimintai keterangan.

IMG 20210923 193009 compress4
Dump Truck yang digunakan untuk mengangkut material Bauksit Ilegal, kini harus mengasoh.

“Melalui Undang-Undang Cipta Kerja, Pemerintah lebih  mengedepankan restorative justice dalam penyelesaian permasalahan penggunaan kawasan secara tidak prosedural untuk perkebunan maupun pertambangan. Namun demikian, untuk kegiatan pertambangan atau perkebunan di dalam kawasan hutan,  tergolong tindak pidana, akan kami proses secara hukum. Pertambangan ilegal merupakan kejahatan luar biasa
yang menimbulkan dampak kerusakan lingkungan dan kerugian ekonomi yang sangat besar bagi negara. Untuk itu,  pelaku kejahatan ini harus dihukum seberat-beratnya, “kata Rasio Ridho Sani, Dirjen Gakkum KLHK-RI (23/09/2021, di Jakarta.

Sustyo Iriyono, Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan Ditjen Gakkum KLHK-RI mengatakan, “Operasi ini diawali hasil pendataan dan analisis spasial penggunaan kawasan hutan yang tidak prosedural. Terutama di wilayah Kepulauan Riau. Selanjutnya,  melalui hasil pengecekan lapangan, diketahui adanya aktivitas tambang di
dalam kawasan hutan tanpa izin Menteri LHK di Pulau Singkep. Untuk itu, kami menindak dan menegakkan hukum. Kami ucapkan terimakasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Lingga dalam operasi ini, “ujarnya.

Barang bukti yang disita, lanjutnya. Berupa 2 unit Ekskavator dan 8 unit Dump Truck. Barang bukti tersebut diamankan di Pos Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Dabo, Pemkab Lingga. Penyidik Pegawai Negeri Sipill (PPNS) KLHK akan memeriksa dan meminta keterangan dari 2 orang pekerja dan dari 8 orang sopir Dump Truck. Guna mengungkap dan menjerat penanggungjawab atau pemodal. Atau bahkan, aktor intelektualnya, “tuturnya.

Ditambahkannya. Pelaku akan dijerat dengan tindak pidana kehutanan dalam perkara mengerjakan, menggunakan, dan/atau menduduki kawasan hutan secara tidak sah, yang diatur dalam Pasal 78 Ayat 12 Jo. Pasal 50 Ayat 3 Huruf a Undang-Undang No 41 Tahun
1999 tentang Kehutanan, yang diubah dengan Pasal 36 Angka 19 Pasal 78 Ayat 2 Jo, “imbuhnya.

Dan juga, katanya melanjutkan. Pasal 36 Angka 17 Pasal 50 Ayat 2 Huruf a Undang-Undang No 11 Tahun 2021 tentang Cipta Kerja, Jo. Pasal 55 Angka 1 ke-1 KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun. Dan denda paling banyak Rp 7,5 miliar. Selain itu, pelaku juga dapat dikenakan sangkaan pasal 98 Ayat 1 Undang-Undang No 32 Tahun 2009. Yang berbunyi “Setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan dilampauinya Baku Mutu Udara Ambien, Baku Mutu Air, Baku mutu Air Laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling sedikit Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah), dan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah), “ucapnya.

IMG 20210923 193027 compress50

Masih menurut Sustyo Iriyono. Dalam 6 tahun terakhir, KLHK-RI sudah menjalankan 1.665 operasi pemulihan dan penindakan pelanggaran kawasan hutan, illegal logging serta peburuan.  Dan perdagangan satwa liar dilindungi. KLHK-RI juga sudah membawa kasus lingkungan hidup dan kehutanan ke pengadilan sebanyak 1.069 kasus. Baik itu kasus perdata maupun pidana, “tutupnya.

Jika dilihat dari kinerja Tim KLHK-RI ini, memang patut diberi acungan jempol. Dan selanjutnya muncul pertanyaan, siapa menyusul . . . ? ? ?  (***).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini