KM. Banawa Nusantara 64, Hibah Dari Kemenhub RI, Keberadaannya Dipertanyakan

0
38
hibah
Ilustrasi : KM Motor Banawa Nusantara, (foto net). 
Tanjungpinang, gebraknusantara.co.id – Tahun lalu, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang menerima Hibah satu unit kapal motor dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI. Usai menerima kapal yang diberi nama KM. Banawa Nusantara 64 itu, rencananya akan digunakan untuk sarana angkutan laut bagi masyarakat yang membutuhkannya.

Penyerahan berkas hibah yang berlangsung di pelabuhan Tanjung Unggat itu, diterima langsung oleh Hj. Rahma, saat itu masih Plt Walikota Tanjungpinang. Dan juga didampingi beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Kepala Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tanjungpinang.

hibah
(Foto net) : Usai menerima berkas Dokumen KM. Banawa Nusantara 64 di Pelabuhan Tanjung Unggat kota Tanjungpinang tahun lalu. 

Dan sampai sekarang, proses Penyerahan kapal tersebut telah setahun berlalu. Namun, wujud kapal hibah itu, kini jadi bahan  pertanyaan oleh banyak kalangan. Parahnya lagi, kapal hibah tersebut tak pernah terlihat. Bahkan, beredar rumor yang menyebutkan, bahwa kapal bernilai miliaran rupiah itu kondisinya kini terkesan tidak dirawat.

Rabu (03/11/2021), coba dilakukan konfirmasi kepada Bambang Hartanto, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub)  Kota Tanjungpinang melalui layanan WA ke Ponselnya. Tapi, Bambang hanya bisa memberi arahan, “Di Dinas Pariwisata mas. Asetnya tidak di Dishub, “kata Bambang membalas.

Sesuai jawaban Bambang, upaya konfirmasi pun dilakukan kepada Meitya Yulianti, Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata kota Tanjungpinang, di kantornya, Senin (29/11/2021). Tapi, saat itu Yanti (sapaan akrab-red), memberi arahan melalui pria berseragam sekolah yang diduga sedang piket di kantor tersebut, agar media ini menemui Sekretarisnya. Namun, penjelasan lelaki berseragam sekolah yang baru keluar dari ruangan Sekretaris mengatakan kalau pak Sekretaris lagi keluar,  “pak Sekretaris lagi menuju Penyengat pak, “katanya.

Sore harinya, Konfirmasi ulang dilakukan melalui layanan WA kepada Meitya Yulianti ke Ponsel nya. Namun, tidak dibalas. Dan esoknya, Selasa (30/11/2021), Yanti kembali dikonfirmasi langsung ke telepon genggamnya. Dan Yanti pun menjawab,

“Untuk mengoperasikan kapal itukan perlu dana besar. Dan bukan gampang juga mengurusi kapal itu. Apalagi saya pun baru tiga bulan disini (Dinas Pariwisata-red). Yang saya tau, kapal hibah itu disandarkan di Kampung Bulang. Emangnya kapal itu dioperasikan untuk apa ? Itukan digunakan untuk membawa Turis misalnya. Sementara sekarang, Turis lagi tak ada, “ujar Yanti.

Dilanjutkannya, Tapi saya lihat ada kok dijalankan kapal itu. Memang kapal yang satunya kondisinya agak berat. Sedangkan biaya perawatannya terbilang mahal. Tapi sabar sajalah. Nanti ke depannya akan dibicarakan lagi soal biaya perawatannya, “bebernya.

Ketika ditanya tentang dana perawatan kapal tersebut, Yanti hanya bisa menjawab, “sebenarnya kita tau sendirilah kondisi sekarang ini, “kata Yanti lewat Ponsel nya.

Jika dilihat dari besarnya perhatian Kementerian Perhubungan RI kepada Pemerintah kota Tanjungpinang, terkait transportasi laut, memang pantas diacungi jempol. Sayangnya, kapal hibah  bernilai miliaran rupiah itu terkesan kurang perawatan. (Richard).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini