Lemahnya Pengawasan, Kapal Pukat Trawl pun Kian Menggila di Perairan Kepri

0
116
kapal pukat
Gambar Ilustrasi : Kapal Pukat Trawl yang sedang berada di perairan. 
Kepri, gebraknusantara.co.id – Kapal Pukat Trawl alias Pukat Harimau alias Pukat Tarik yang pernah dilarang oleh Pemerintah  untuk beroperasi, melalui Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan (KP) RI Nomor 18 tahun 2021, tentang Penempatan Alat Penangkap Ikan dan Alat Bantu Penangkap Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia, dan Laut Lepas serta Penataan Andon Penangkapan Ikan, kini mulai diabaikan oleh para nelayan yang menggunakan kapal pukat Trawl. Khususnya yang beroperasi di perairan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

IMG 20211104 183252 compress59

Pekan lalu, Kapal-Kapal Pukat Trawl tidak berani beroperasi atau melakukan penangkapan ikan, lantaran ada Operasi Penertiban Kapal Pukat Trawl yang dilakukan oleh PSDKP (Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan)
Batam. Pada saat melakukan operasi, petugas PSDKP tidak menemukan kapal Pukat Trawl yang sedang beroperasi. Diduga kuat, rencana operasi  lebih dulu bocor.

Ujung-ujungnya, kegagalan itu mengundang reaksi keras dari Aman Simatupang. Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pembela Keadilan Amanah Rakyat (Pakar) Provinsi Kepri.

Aman menilai, kapal Trawl yang beroperasi di perairan Kepri, terkesan kucing-kucingan dengan petugas PSDKP, “sesuai pengamatan saya, kapal nelayan yang menggunakan alat tangkap Pukat Trawl, terkesan kucing-kucingan dengan petugas PSDKP. Dan saya menduga, ada oknum petugas PSDKP Batam bekerjasama dengan para Tengkulak. Sehingga, operasi yang dilakukan selalu gagal, “beber Aman.

Hal senada juga disampaikan Rimbun Purba. Lelaki yang tergabung dalam wadah Dewan  Presidium Koalisi Masyarakat Peduli Nelayan Tradisional Kepri ini merasa geram mendengar kejadian itu. Dirinya juga akan menindaklanjutinya jika benar ada oknum petugas PSDKP Batam ikut berkonspirasi dengan para Tengkulak di daerah ini,

“Terus terang, jika benar ada oknum PSDKP ikut bekerjasama dengan para Tengkulak, melalui media ini, kami mendesak Pemerintah Provinsi Kepri dan pihak PSDKP Batam, agar lebih sering melakukan operasi di perairan Kepri, guna penertiban terhadap kapal-kapal Pukat Trawl, “kata Purba geram. (Maniur/pdde).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini