Merasa Ditipu Soal Surat Tanah, Pemilik PT. Libra Kharisma Alam Akan Tempuh Jalur Hukum

0
449
Libra Kharisma Alam
Ismanan, didampingi istrinya, saat ditemui di rumahnya, Jum'at (19/11).
Bintan, gebraknusantara.co.id – Seorang warga berinisial Ah, selaku pemegang Akte Pendiri PT. Libra Kharisma Alam (PT. LKA), merasa ditipu oleh warga Kijang Kota Kecamatan Bintan Timur bernama Ismanan. Hal tersebut terkait pembelian sebidang lahan yang terletak di Galang Batang Desa Gunung Kijang Kabupaten Bintan.

Peristiwa tersebut bermula ketika Ismanan menjual lahannya  yang berada di Kampung Galang Batang RT. 017/RW. VIII Desa Gunung Kijang Kepada seorang pengusaha bernama Lee Leng Sim alias Mr. Lee. Pengusaha yang satu ini adalah pemilik PT. Libra Kharisma Alam. Lahan yang dibelinya dari Ismanan seluas 4 (Empat) Hektar. 

IMG 20211119 164618 compress39
Kondisi lahan yang sedang dalam persoalan, terletak di Desa Galangbatang Kabupaten Bintan.

Tapi, bukti pembayaran dalam transaksi pelunasan lahan itu, hanya menggunakan selembar kwitansi. Ditambah dengan perjanjian secara lisan oleh Ismanan kepada Mr. Lee yang berbunyi “Nanti, akan saya berikan surat tanah yang telah dibayar lunas itu”.

Namun belakangan, justru  Ismanan ingkar dan tidak memenuhi janjinya. Bahkan, berulang kali Mr. Lee melalui seorang rekannya berinisial Ah menagih janji kepada Ismanan. Tapi selalu saja tidak berhasil. Artinya, seolah-olah Ismanan enggan memberikan surat tanah tersebut.

Perwakilan PT. Libra Kharisma Alam (Ah) menuturkan, “setelah tanah itu dibayar lunas, dengan pembuktian diatas selembar kwitansi, Ismanan berjanji akan memberikan surat tanahnya kepada kami (Mr. Lee-red). Tapi sampai sekarang, Ismanan tidak kunjung memberikan surat tanah dimaksud. Bahkan, sudah berulang kali kami memintanya, “tutur Ah kepada media ini di bilangan Barek Motor Kota Kijang Kecamatan Bintan Timur, Jum’at (19/11).

Sebenarnya, lanjut Perwakilan PT. Libra Kharisma Alam (Ah). Saya sudah mencoba meminta dengan baik-baik. Tapi tetap saja gagal. Ternyata belakangan saya dapat informasi, kalau surat tanah itu telah digadaikan oleh Ismanan kepada seorang pengusaha di Tanjungpinang berinisial Aw. Kalau sudah begini, berarti kami sudah ditipu oleh Ismanan, “bebernya.

Masih menurut Ah selaku Perwakilan PT. Libra Kharisma Alam. Meskipun demikian, kami tetap saja menawarkan hal yang terbaik agar persoalan ini tidak melebar kemana-mana. Bahkan kami pernah menyarankan kepada  Ismanan, agar segera menebus surat tanah itu dari Pak Aw. Bahkan, kami bersedia mengeluarkan dana sebesar 60 juta rupiah untuk membantu membayar surat tanah yang digadai tersebut. Saat itu, tawaran saya memang diterima dengan baik oleh Ismanan. Dan kamipun berjanji akan menyelesaikannya di kantor Notaris yang berada di Batu Sembilan Tanjungpinang, “ujar Ah.

Tapi, kata Ah lebih lanjut. ketika kami bertemu di kantor Notaris yang dimaksud, saya sangat kaget mendengar penjelasan dari mereka. Saat itu, Aw mengatakan, bahwa surat tanah itu telah hilang. Akhirnya saya menduga, sepertinya ada persekongkolan jahat antara Ismanan dan Aw, terkait surat tanah itu. Kalau sudah begini, tentu saja saya akan laporkan persoalan ini ke Mr. Lee, supaya  dibawa ke ranah hukum, “imbuh Ah kesal.

Di waktu berbeda, Ismanan pun  ditemui di kediamannya. Saat itu Ismanan mengakui, kalau lahannya itu memang benar telah dijual kepada Mr. Lee, “memang lahan itu sudah saya jual kepada Mr. Lee. Waktu itu suratnya masih dalam pengurusan di kantor Desa. Dan saat itu Kadesnya Pak Ibrahim. Ketika di kantor desa, Pak Ibrahim pernah berpesan kepada saya. Jika surat tanahnya selesai, tolong segera disampaikan kepada Mr. Lee, “tutur Ismanan menirukan ucapan Kades di rumahnya, Jum’at (19/11).

Akhirnya, lanjut Ismanan. Surat tanah itupun selesai. Dan cukup lama saya menyimpannya. Tapi belakangan, saya butuh duit. Makanya saya gadaikan surat tanah itu kepada pak Aw, dengan nilai pinjaman saya sebesar 150 juta rupiah. Hal itu saya lakukan sekitar 6 tahun lalu. Sedangkan lahan itu saya jual kepada Mr. Lee Pemilik PT. Libra Kharisma Alam, sekitar tahun 1992, “sebut pria yang sudah uzur itu didampingi istrinya.

Carut-marut tentang surat tanah di negeri Segantang Lada ini memang tak pernah habis. Dari hari ke hari, selalu saja muncul persoalan dengan modus terkesan mirip. Takutnya, ada mafia tanah yang sengaja gentayangan seperti apa yang dialami oleh Mr. Lee Pemilik PT. Libra Kharisma Alam.

Untuk itu, diharapkan kepada lembaga negara yang berkompeten menangani persoalan tanah di Pulau Bintan, agar segera bertindak dan menanganinya secara serius. Jangan diberi ruang bagi pihak-pihak yang tamak akan tanah. Karena akan menimbulkan kerugian bagi orang lain. (Maniur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here