Mafia Tanah Terus Gentayangan, Lahan Milik Seorang Janda pun Diklaim

0
244
lahan
Gambar Ilustrasi
Tanjungpinang,gebraknusantara.co.id – Gundah-gulana yang menyelimuti perasaan salah seorang warga RT 003 / RW 012 jalan Anggrek Merah Tanjungpinang ini, kian hari semakin meresahkan. Hal itu dirasakannya sejak ayahnya meninggal dunia. Khususnya yang menyangkut masalah lahan yang ditinggalkan orang tuanya.

Rasa gusar dan gelisah pun semakin menjadi, ketika suami tercinta juga dipanggil Yang Maha Kuasa. Artinya, segala persoalan harus ditangani sendiri. Terkait masalah lahan peninggalan orang tua, belakangan muncul pula pihak-pihak yang coba mengklaim lahan tersebut. Padahal selama ini, dirinya dan keluarga bertempat tinggal di rumah itu. Dan rumah itu dibangun orang tuanya tahun 1980 lalu, serta bersuratkan Alashak.

Yuli, ibu beranak dua yang tinggal di rumah tersebut, saat ditemui (22/03/2019) lalu menuturkan, bahwa rumah yang berdiri di lahan berukuran 40 x 23 meter persegi itu, adalah peninggalan orangtuanya. Dijelaskannya, bahwa lahan tersebut bersuratkan Alashak atas nama Bakit (nama ayahanda Yuli-red). Herannya, ketika dirinya berniat meningkatkan surat Alashak nya menjadi Sertifikat, mendadak muncul pihak lain mengklaim lahan tersebut.

Sontak ibu berpostur tubuh bahenol inipun bingung dan kelimpungan. Soalnya, selama ini tidak ada orang lain yang mengklaim. Buntut dari gangguan itu, akhirnya Yuli mengurungkan niatnya untuk meningkatkan surat tanahnya. Dan sampai saat ini masih ngambang,

“Sejak ada orang yang mengklaim lahan ini, saya bingung mau mengadu kemana pak. Soalnya, bapak saya sudah meninggal beberapa tahun lalu. Jadi saya tak tau mau mengadu kemana. Padahal, inikan tanah bapak saya. Salah satu buktinya, kami semua yang bersaudara kandung lahir di rumah ini. Dan rumah ini dibangun sejak tahun delapanpuluhan, “tutur Yuli di rumahnya.

Orang yang mengklaim tanah ini, kata Yuli melanjutkan. Mengaku seorang pengacara. Namanya Saharudin Satar SH. Dan pernah juga datang utusannya kesini, memaksa kami supaya mengosongkan rumah ini. Tapi saya tetap mempertahankan rumah ini. Karna, rumah ini milik saya, “katanya tegas.

Herannya lagi, kata Yuli melanjutkan. Ketika saya minta pembuktian surat kepemilikan, mereka justru tidak bisa menunjukkannya. Selain itu, mereka juga sering melakukan intimidasi terhadap kami sekeluarga. Tutur Janda beranak dua itu di rumahnya.

Disisi lain, media ini coba melakukan konfirmasinya ke pihak pengacara yang dimaksud. Menurut Yuli, pengacara itu bernama Saharudin Satar, SH. Melalui layanan sms, media ini coba melayangkan konfirmasi ke ponselnya (25/03/2019). Namun sayang, sampai berita ini diunggah, belum ada respon.

Jika ditelusuri lebih jauh, sepertinya ada pihak-pihak yang berambisi memiliki lahan tersebut. Namun tidak berhasil. Bahkan menurut Yuli, Surat Alashak yang mereka miliki, telah ter registrasi di kantor Kelurahan. (Richard).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini