Arena Ngumpul Di Malam Hari, SE Walikota Tanjungpinang Terkesan Dikangkangi

0
489
Walikota Tanjungpinang
Arena Ngumpul di lokasi permainan Kim di kawasan Pujasera Bintan Centre Tanjungpinang.

Tanjungpinang, gebraknusantara.co.idBesarnya dampak buruk atas ganasnya hantaman Pandemi Covid-19 di negeri ini, kian hari tampak semakin memperparah kondisi perekonomian. Ujung-ujungnya, masyarakat kecil yang semakin menderita.

Namun, pemerintah tak tinggal diam. Justru merasa prihatin atas penderitaan itu. Berbagai upaya dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Bahkan, muncul semboyan wajib melaksanakan 3 M. Yaitu, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak dan Memakai Masker.

Di Tanjungpinang misalnya, Pemerintah Kota (Pemko) justru menerbitkan Surat Edaran yang ditandatangani oleh Walikota Tanjungpinang. Tujuannya agar masyarakat tidak berkumpul. Bahkan, bagi pengusaha kedai kopi maupun pengusaha rumah makan, agar melayani pembeli secara bungkus (Take Away).

Surat Edaran Walikota Tanjungpinang nomor 443.3/813/5.2.01/2021, terkait Larangan Berkumpul Bagi Masyarakat Kota Tanjungpinang. Artinya, masyarakat tidak diperbolehkan berkumpul. Apalagi di tempat keramaian. Jika ada kegiatan yang mengakibatkan keramaian, pihak penyelenggara harus menyiapkan paling tidak satu orang petugas Protokol Kesehatan (Prokes). Dan petugas ini diwajibkan memakai Atribut bertuliskan Prokes yang diselempang kan di badannya.

Namun ada yang mengherankan, salah satu pusat keramaian di kawasan Bintan Centre, setiap malam terjadi tumpukan manusia. Dan kegiatan ini telah lama berlangsung. Parahnya lagi, justru kegiatan yang cenderung berbau judi ini, terkesan mengabaikan SE Walikota Tanjungpinang.

Dampak lain dari kegiatan itu, membuat banyak kaum ibu rumahtangga uring-uringan, lantaran para suaminya mulai  terkontaminasi dengan permainan yang dibuai dengan segudang alunan lagu.

Salah seorang Ibu rumahtangga yang mengaku tinggal di perumahan Griya Hangtuah Permai (GHP), merasa kesal melihat arena permainan yang berbau judi itu. Pasalnya, belakangan ini suaminya sering pulang tengah malam. Ternyata, sang suami telah keranjingan permainan yang biasa disebut Permainan KIM di Bintan Centre,

“Iya pak . . . . Kenapa sih permainan seperti itu tidak disuruh tutup aja. Padahal kan sudah ada Surat Edaran Walikota yang melarang warga berkumpul, “katanya.

Sementara, lanjut wanita bongsor ini. Pelanggan warung kopi dan rumah makan diwajibkan harus beli bungkus. Tujuannya, agar terhindar dari tumpukan manusia. Sejak ada permainan itu, suami saya pun belakangan ini sering pulang malam. Saya dengar dia sering main judi Kim di kawasan itu, “beber Ibu yang sedang belanja di Pasar Bintan Centre itu, (03/06/2021).

Terlihat antusiasnya masyarakat yang doyan permainan tersebut datang ke arena itu, media ini pun coba melakukan konfirmasi kepada Rahma, Walikota Tanjungpinang melalui layanan WA ke Ponsel nya, (04/06/2021). Namun ditunggu sampai hari ini, Ibu Walikota belum juga menjawab. (Richard).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini