Mengurangi Rantai Penyebaran Covid-19 Dengan Patuhi Protokol Kesehatan, Sayangi Keluarga Mu di Rumah

0
237
covid-19
Oleh : Nindi Rahma Puspita. Mahasiswi Angkatan tahun 2018 Semester 6 Jurusan Ilmu Administrasi Negara di Universitas Maritim Raja Ali Haji.
Tanjungpinang, gebraknusantara.co.id – Hingga saat ini Virus Covid-19 masih menjadi sorotan di seluruh dunia, khusunya di Negara Indonesia. Sampai saat ini kasus yang ditemukan semakin meningkat dari sebelumnya. Tapi, banyak juga yang sembuh dari Covid-19 ini.

Dari data yang saya lansir di https://covid19.go.id/ ada sebanyak 1.677.274 orang yang positif, 1.530.718 orang yang sembuh, dan 45.796 orang yang meninggal. Data tersebut terakhir di update pada 02 Mei 2021.

Untuk saat ini, kebijakan dari pemerintah adalah melaksanakan vaksinasi secara bertahap. Untuk vaksinasi tahap pertama, target sasaran sebanyak 181.554.465 orang dan sudah terealisasikan sebanyak 12.457.164 orang. Untuk tahap kedua, ada sebanyak 40.349.049 sasaran vaksinasi SDM Kesehatan, Petugas Public, dan Lansia. Dan sudah terealisaikan sebanyak 7.678.485 orang. Data tersebut saya lansir dari https://covid19.go.id/berita/data-vaksinasi-covid-19-update-2-mei-2021.

covid-19
Ilustrasi Virus Corona

Untuk tahap selanjutnya, mungkin akan dilaksanakan sesuai waktu yang telah ditentukan. Dari data-data tersebut dapat kita pahami, bahwa sudah adanya kebijakan dari pemerintah terkait cara untuk meminimalisir terjangkitnya virus Covid-19. Tapi, nyatanya, di lapangan masih banyak rakyat yang terkonfirmasi atau terpapar virus ini. Bahkan,  para pejabat dan keluarganya pun yang sudah di vaksin masih bisa terpapar virus ini.

Lalu bagaimana ini bisa terjadi ? Apakah kurangnya sosialisasi dan komunikasi dari pemerintah terkait virus Covid-19 kepada masyarakat, atau kurangnya pemahaman dari masyarakat itu sendiri.

Sebagaimana yang kita ketahui, bahwasannya komunikasi dan sosialisasi itu sangatlah penting di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang minimnya sebuah informasi. Sejak wabah Covid-19 ini muncul, banyak terjadi kesimpangsiuran informasi. Dan ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan keuntungan.

Tetapi itu berjalan sampai pada proses hukum. Karena penyebaran berita palsu dan berita Hoax. Di masa pandemi Covid-19 saat ini, dibutuhkan peran pemerintah dalam menangani kasus penyebaran virus Covid-19. Komunikasi public adalah salah satu tolak ukur pemerintah dalam menangani kasus Covid-19 tersebut.

Pemerintah semestinya dalam menyampaikan informasi kepada publik harus sesuai dengan pemahaman masyarakat secara umum. Dalam menyampaikan informasi kepada publik, selain mengimbau masyarakat untuk memutus rantai penyebaran virus, pemerintah juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan penyebaran virus Corona.

Saran, pencegahan rantai penularan Wabah Covid-19 ini tidak mungkin hilang begitu cepat. Sehingga pemerintah menerapkan peraturan New Normal. Dimana kita bekerja dan beraktivitas seperti biasanya, tetapi dengan mematuhi Protocol Kesehatan,l. Seperti memakai Masker, jaga jarak minimal 2 meter, membawa handsinitizer dan selalu mencuci tangan setelah memegang barang umum.

Akan tetapi alangkah lebih baiknya jika kita tidak ada kepentingan mendesak lebih baik tetap berada di rumah untuk mencegah rantai penularan. Karena virus ini menyebar dan berkembang biak dengan cepat dan kasat mata. Sehingga, kita yang sehat tidak merasakan gejala apapun. Tetapi ketahuilah, bahwa keluarga kita di rumah seperti Ayah, ibu, kakek dan nenek yang sudah lanjut usia,  lebih mudah terpapar virus yang mungkin terbawa dari kita sendiri.

Virus ini bisa dibilang sangat berbahaya. Karena bisa menimbulkan kematian pada penderitanya. Maka dari itu, tetaplah berwaspada dan tetaplah mematuhi Protokol Kesehatan yang telah ditetapkan oleh WHO.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here