Menimbun Lahan Kosong, Akibatkan Warga Perum Agung Vista Resah

0
516
IMG 20210216 142057 compress17 scaledSatu unit Lori sedang membuang tanah di lahan kosong di Perumahan Agung Vista. 

Tanjungpinang, gebraknusantara.co.id

Berdalih membuang tanah dari hasil pemotongan bukit di kawasan yang bakal dibangun perumahan, ujung-ujungnya menuai keluhan dari sejumlah warga yang bermukim di Perumahan Agung Vista Kelurahan Batu Sembilan, Kecamatan Tanjungpinang Timur kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Selasa (16/02/202), media ini coba melakukan investigasi ke lokasi penimbunan di kawasan perumahan itu. Tak pelak, puluhan unit Lori (Truck-red) pengangkut tanah timbun tampak menggerus lahan kosong yang terletak di belakang perumahan tersebut.

IMG 20210216 142137 compress29 scaledKegiatan penimbunan yang dilakukan sejumlah Lori di lahan kosong sekitar Perumahan Agung Vista Tanjungpinang. 

Sementara, sarana jalan yang dilintasi Lori pengangkut tanah timbun di lokasi perumahan itu terlihat becek lantaran disiram air yang berlebihan. Akibatnya, ketika warga yang selama ini hidup tentram tanpa ada gangguan, justru kini terusik. Belum lagi suara bising Lori yang melintas setiap saat di depan rumah warga. Ditambah lagi, dengan cuaca panas terik serta kuatnya hembusan angin, membuat debu yang ditimbulkan masuk ke setiap rumah warga.

Ditemui di depan rumahnya, salah seorang warga yang tinggal Perumahan Agung Vista bernama  Maiko (36th), yang rumahnya berhadapan langsung dengan akses jalan yang dilintasi Lori pengangkut tanah timbun itu, merasa sangat tak nyaman sejak sejumlah Lori pengangkut tanah timbun itu berseliweran di depan rumahnya, “terus terang aja ya bang. Saya sudah buat tulisan di jalan itu, supaya Lori nya perlahan-lahan melintasi jalan ini. Soalnya, debunya masuk ke rumah. Tapi, dua kali saya buat tulisan itu, dibuang sama mereka. Jadi saya bingung, apa sih maunya mereka, “keluh Maiko di pekarangan rumahnya (16/02/2021).

Ditambahkannya. Saya pernah tanya ke mereka, Untuk apa tanah itu ditumpuk disitu. Mereka menjawab, cuma membuang tanah di lokasi itu. Apa mungkin buang tanah sampai berpuluh-puluh Lori. Herannya, mereka tidak pernah mau mengakui, kalau mereka sedang melakukan penimbunan, “beber Maiko geram.

Dihari yang sama, Herman Black yang disebut-sebut sebagai pengelola kegiatan itu, coba dikonfirmasi melalui telepon genggamnya. Tak berbeda dengan ucapan Maiko. Herman juga mengakui, kalau kegiatan itu cuma membuang tanah dari pemotongan Bukit tidak jauh dari perumahan itu, “oohh . . Iya. Itukan cuma membuang tanah. Karena saya sedang memotong Bukit. Jadi tanahnya saya buang ke lokasi itu. Dan saya sudah punya izin pemotongan Bukit. Tapi kalau izin penimbunan saya gak tau, “ujar Herman.

Pengakuan seorang pengusaha ini terkesan nyeleneh. Bagaimana mungkin tidak paham dengan izin penimbunan.

Diminta kepada pihak yang terkait dengan perizinan penimbunan, supaya segera meninjau lokasi tersebut. Apalagi banyak warga yang merasa terganggu lantaran kegiatan itu. Bukan hanya itu. Pemerintah kota Tanjungpinang juga telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) terkait akivitas penimbunan. (Richard).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here