Merasa Tertipu, Akhirnya Tengku Mengadu ke Polres Bintan

1
31
tengku

Bintan, gebraknusantara.co.idPermasalahan lahan milik Tengku Nasyran seluas kurang lebih 2 hektar di jalan Balerejo desa Ekang Anculai RT 002 RW 002 Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan, yang telah empat kali dilakukan mediasi, berujung ke ranah hukum.

Selasa (30/08/2022), Tengku (sapaan akrab-red) didampingi tiga orang rekannya, mendatangi Mapolres Bintan guna melakukan laporan atas kerugian yang dialaminya. Seperti pemberitaan sebelumnya di media ini, bahwa tahun 2016, Tengku membeli sebidang tanah tersebut diatas.

Tanah bersuratkan Surat Keterangan Pengoperan dan Penguasaan Tanah yang diterbitkan oleh Bonari, Kepala Desa (Kades) Ekang Anculai itu, belakangan bermasalah. Hal itu diketahuinya, ketika Tengku akan menjual lahan tersebut kepada seorang pembeli. Lahan miliknya itu, telah dilakukan Pengoperan hak dari nama Sulasmi S.Pd (nama pemilik sebelumnya-red)  menjadi nama Yeni Saraswati (istrinya-red).

Saat itu, Tengku meminta agar Bonari menerbitkan Surat Keterangan Pengoperan dan Penguasaan Tanah baru. Karena, tanahnya itu akan dijualnya kepada orang lain. Tapi, jawaban yang didapat justru Bonari mengatakan tidak bisa menerbitkan Surat yang baru atas tanah tersebut. Alasannya, lahan itu masuk dalam Floating PT. Buana Mega Wisatama (BMW).

“Tanah itu mau saya jual bang. Untuk biaya berobat saya. Kebetulan ada yang mau beli. Tapi, calon pembeli minta supaya surat tanah itu dibuatkan Surat Keterangan Pengoperan dan Penguasaan Tanah atas namanya. Tentu saja saya minta kepada pak Bonari. Karena memang beliau yang menerbitkan surat tanah itu. Tapi pak Bonari bilang, dia tidak berani menerbitkan surat atas lahan tersebut. Alasannya, lahan itu berada di kawasan milik PT. BMW, “kata Tengku menirukan ucapan Bonari.

Dilanjutkannya. Permasalahan ini sudah dua tahun lebih bang. Bahkan, kami sudah melakukan mediasi sebanyak empat kali. Tapi sama sekali tak ada penyelesainnya. Pada mediasi ke-empat di kantor Kecamatan Teluk Sebong kemarin, saya cuma minta dua opsi. Sepertinya tak ada respon. Makanya saya melaporkan permasalahan ini ke kantor polisi. Yang saya laporkan adalah Ibu Sulasmi. Karena lahan itu atas namanya. Dan saya beli dari Ibu Sulasmi, “bebernya di pekarangan Satreskrim Polres Bintan (30/08/2022).

Masih menurut Tengku. “Hari ini saya sudah menyampaikan pengaduan ke Polres Bintan. Jadi, saya dan rekan-rekan saya tinggal menunggu tindak lanjut dari pengaduan saya ini, “kata Tengku menutup penjelasannya sambil buru-buru ngacir. (Richard/Maniur).

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini