Meski Illegal, Tambang Pasir di Bintan Terus Berpacu

0
29

Pasir II 1Proses pengisian pasir disedot dari perut bumi langsung dituang ke dalam Truck yang datang ke lokasi tambang.

Bintan, gebraknusantara.co.id

Aktivitas pertambangan pasir yang dikerjakan secara illegal di Kecamatan Gunung Kijang Kabupaten Bintan, sepertinya telah menjadi sorotan tajam di sejumlah media masa.

Namun, aktivitas yang jelas-jelas menabrak hukum itu, tetap saja langgeng beroperasi. Lalu kemana aparat penegak hukum yang ada di wilayah itu ?

Soalnya, segala bentuk kegiatan illegal, wajib berurusan dengan hukum. Dan layak diberi sanksi hukum. Pasalnya, negara ini adalah negara hukum.

Sementara, pada pemberitaan terdahulu, ketika Kapolres Bintan dikonfirmasi melalui layanan WA ke Ponsel nya, terkesan enggan menjawab. Padahal, ada sanksi hukum yang cukup berat bagi pelaku tambang liar di negeri ini. Semua kegiatan galian maupun pertambangan, sudah diatur di dalam Undang-undang nomor 04 Tahun 2009.

Pasir II 3Inilah bukti rusaknya alam Pulau Bintan, lantaran kegiatan tambang liar yang terkean dibiarkan.

Dan Peraturan Presiden nomor 23 tahun 2010, tentang pelaksanaan pertambangan mineral, Tanah Liat, Tanah Urug, Kerikil, Galian dari Bukit, Kerikil Sungai dan Pasir Urug, harus mempunyai Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP). Intinya, ada aturan mainnya. Sebab, ketika sebuah usaha tambang tidak berizin, itu berarti illegal. Dan wajib berhadapan dengan hukum.

Mengetahui bayaknya kondisi lahan yang rusk lantaran maraknya tambang pasir Sepanyol di Kabupaten Bintan akhirnya Sholikin, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Berantas Korupsi (Gebrak) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tertarik untuk mengomentarinya.

IMG 20190802 101701Sholikin, ketua LSM Gerakan Berantas Korupsi (Gebrak) Provinsi Kepri.

Pria yang cukup lama memimpin LSM ini menduga, ada aktor intelektual dibalik aktivitas itu, “Saya menduga, dibalik kegiatan itu ada aktor intelektual. Makanya kegiatan itu bisa langgeng beroperasi. Lagi pula, mana mungkin pihak kepolisian tidak mampu menertibkannya. Apalagi kawasan itu bukan diperuntukkan sebagai kawasan tambang. Dalam hal ini, pihak kepolisian berhak penuh menumpas segala aktivitas illegal yang ada di daerah itu. Bila perlu, jangan diberi kesempatan lagi untuk mengobrak-abrik lahan di daerah itu, “beber Sholikin.

Komentar yang sama juga didpat dari Wandy. Warga Kijang kota juga menimpali komentar Sholikin. Lelaki bertubuh jangkung ini sering terheran-heran melihat kelancaran aktivitas tambang illegal itu, “Saya pun sering heran melihat kegiatan tambang pasir illegal di Bintan ini. Sepertinya ada pembiaran terhadap mereka. Jika hal itu dibiarkan, alamat hancurlah Pulau Bintan ini, “kata Wandy singkat. (Richard).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here